Saya baru saja menyelesaikan membaca sebuah buku berjudul "The God Theory" oleh Bernard Haisch. Saya memerlukan waktu lebih banyak untuk bisa menuliskan blog saya kali ini. Penulis adalah seorang Doctor (PhD) di Astophysics dan sepanjang karirnya ia bergelut di dunia fisik. Namun ia pun menarik perhatian pada spritiual. Bernard Haisch tampaknya merasa tiba waktunya bagi ilmuwan untuk menjamah topik yang selama ini masih dinilai non-fisik.
Saya harus merenung beberapa waktu untuk bisa mencerna dan mengerti logika sang penulis. Kemudian tidak sabar bagi saya untuk segera membagi/menceritakannya kepada pembaca setia blog saya ini. Seperti judulnya, tulisan saya akan mengulas mengenai Tuhan, penciptaan, dan apa tujuan manusia diciptakan. Namun sebelum anda lanjut membaca tulisan saya ini, saya sarankan anda membaca tulisan-tulisan saya terdahulu:
Braneworlds, Dark Mater, The "Structure", The Property of Things
Seperti biasa, saya tidak akan mengulas buku tersebut 100%. Karena bila saya lakukan maka tulisan ini akan menjadi laporan atau synopsis buku. Namun seperti seluruh tulisan saya sebelumnya, saya akan tambahkan beberapa pandangan dan pendapat pribadi hasil dari apa yang saya pelajari serta tentunya bagaimana saya mecoba untuk berkompromi dengan wacana-wacana yang ada. Ini akan menjadi sebuah petualangan yang baru dan seru. Setidaknya begitulah harapan saya.
Apa yang bisa anda harapkan dari setelah membaca tulisan saya ini?
Saya akan menampilkan dan mengajak pembaca pada pola pikir logis yang perlu di pahami bersama dan kemudian terus mengikuti alur tulisan hingga kita besama-sama bisa menuju pada kesimpulan. Namun perlu saya ingatkan bahwa pola pikir logis kadang mempermainkan pola pikir logis yang anda anut seumur hidup anda. Yang mungkin logis bagi anda sekarang belum tentu benar demikian adanya. Mengenai alam ini dan Tuhan.
Apakah saya terlalu berani membahas mengenai Tuhan? Mari kita jawab bersama-sama.
Real/Nyata menurut Science
Definisi “Real” atau nyata menurut science adalah materi dan energi. Alam ini real, karena alam berisikan materi dan energi. Einstein mengguncang dunia dengan menemukan bahwa materi dan energi dapat dipertukarkan.. Dari Materi pun bisa berubah menjadi energi, demikian sebaliknya, dari energi bisa terbentuk materi. Jumlah energi pun kekal adanya. Setetes air (materi) bisa diurai menjadi energi dengan memecah partike-partikel penyusunnya. Proses pemacahan ini akan melepaskan sejumlah energi yang sangat besar.
Proses pembentukan alam semesta adalah contoh bagus dalam memberi contoh perubahan energi yang sangat besar menjadi materi benda-benda langit yang kita lihat sekarang. E=mc2, merumuskan Energi yang dapat berubah menjadi materi bila suatu obyek dipacu mendekati kecepatan cahaya. Energi akan mengalami transformasi ke massa obyek tersebut.
Science berabad-abad lamanya menggeluti realita ini, mempelajari seluk-beluk materi dan energi, dengan hasil sangat gemilang. Tanpa begitu listrik dan computer yang anda gunakan untuk membaca tulisan saya, tidak akan tercipta begitu saja.
Inilah definisi “REALITY” menurut science. Alam semesta ini merupakan sebuah benda padat yang penuh dengan materi dan energi. Tidak ada “vacuum”.
We Live in a Perfect Nature
Dalam tulisan saya yang lain, The "Structure", saya singgung bahwa ada 20 konstanta fundamental alam ini. 20 Konstanta tersebut sangat sensitif, dan seluruh penghuni alam semesta ini sangat menggantungkan eksistensinya terhadap nilai konstanta yang tetap tidak berubah sepanjang masa. Karena sedikit saja salah satu konstanta itu berubah maka seluruh alam akan hancur.
Sejak Big Bang, laju berkembangnya alam semesta ini yang disebut dengan laju kritis, bila lambat sedikit saja atau lebih cepat sedikit saja, maka alam semesta kita sudah hancur jauh sebelum mencapai kondisi sekarang ini. Hal ini disebabkan jumlah Dark Matter dan Dark Energy yang bertanggung-jawab atas laju kritis berkembangnya alam semesta, adalah tepat, tidak kurang tidak lebih.
We are not a result of a random equation
Sebelum alam semesta ini terbentuk, sebelum moment penciptaan, alam semesta kita bukanlah hasil dari kebetulan yang disebabkan ledakan besar dari sebuah kondisi yang disebut pre-quantum-state. Jika moment of creation adalah Big Bang, maka hanya ada satu alam yang terbentuk darinya, yaitu alam semesta kita. Sebagian orang memegang ide bahwa alam semesta kita adalah satu dari tak-hingga jumlah alam semesta kemungkinan yang terjadi akibat Big Bang. Jika benar demikian, kehidupan kita ini hanyalah sebuah kebetulan belaka. Tapi sungguh terlalu sempurna untuk dikatakan hanya sebuah kebetulan.
Kita hidup di alam semesta yang sempurna. Jumlah Dark Matter dan Dark Energy yang tepat, serta 20 konstanta alam yang tetap/konstan, sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa alam semesta kita ada dengan suatu alasan tertentu. Bukan suatu kebetulan. Alam ini diciptakan oleh Sebuah Entity yang Maha Kuasa dengan tujuan tertentu.
The Stage Was Set
So the stage was set. Seperti sebuah panggung atau setting film. Sang sutradara mengatur sedemikian rupa; design, konstruksi, bahan material, hingga warna, hiasan, dan lain sebagainya dengan ketepatan formula dan kesempurnaan perhitungan yang hakiki. Bergeser sedikit saja dari perhitungan itu, maka panggung akan hancur. Panggung itu adalah alam semesta ini. Alam semesta ini sungguh sempurna dengan mengikuti aturan-aturan baku yang tidak berubah. Hukum alam, kerumitan fisika yang tidak mungkin ada karena kebetulan belaka. Obyek-obyek di dalamnya eksis dengan harmonis dan seimbang. Semua saling membutuhkan satu sama lain, baik dalam skala micro maupun macro.
Saya rasa saya tidak perlu berpanjang lebar memaparkan betapa sempurnanya alam semesta ini, karena kesempurnaan tersebut adalah sebuah bahasan tanpa batas.
Apakah ada alam semesta lain yang mirip dengan alam semesta kita? Apakah predikat 'sempurna' yang kita sematkan untuk alam ini semata-mata karena kita tidak punya pembanding yang lebih baik? Bagaimana dengan braneworlds? Apakah semua semesta paralel hanyalah kebetulan belaka atau hanyalah pelengkap? Apakah teori itu salah seluruhnya? Ikan yang hidup di dalam air mungkin menganggap alam air adalah sempurna. Dan manusia menganggap alam semesta ini sempurna. Apa bedanya kita dengan ikan itu?
Ada atau tidak semesta paralel, yang menjadi inti dari pembahasan ini adalah bahwa alam semesta ini tidak mungkin ada karena kebetulan. Dan bila tidak kebetulan, berarti ada tujuan dari penciptaan alam ini.
Penjabaran Peluruhan (Reductionism)
Science juga punya metode khusus dalam menerangkan mekanisme alam ini. Sebuah analogi yang bagus; jika ada pertanyaan, mengapa sebuah mobil bisa membawa anda ke tujuan tertentu, missal dari Jakarta ke Surabaya. Untuk menjawab pertanyaan ini, science akan mulai mempreteli mobil, menemukan bahwa mesinlah yg menjadi sumber energi penggerak, kemudian mesin pun dirombak untuk melihat keping demi keping terkecil yang menyusunnya sampai disimpulkan bagaimana mobil bisa bergerak, berapa jumlah bahan bakar yang dibutuhkan, waktu tempuh, dan lain sebagainya. Namun dari situ manusia tidak mungkin menemukan jawaban ‘mengapa’ mobil itu bergerak?
Untuk mengerti mekanisme alam semesta ini, manusia mempelajari materi hingga dalam lingkup yang paling kecil, atom dan partikel, karena manusia yakin dengan mengerti mekanisme di tingkat yang paling kecil, maka manusia akan mengerti mekanisme alam ini pada ukuran berapa pun, dimana pun. Hingga kini metode ini sanggup membawa manusia ke tapal batas pengetahuan, string dan M-theory yang demikian rumit dan memukau. Namun inilah tapal batas. Dengannya manusia masih belum mampu menjawab ‘mengapa’ alam semesta ini tercipta?
Science berada di tepi jurang. Di seberang sana hanyalah kegelapan, tidak bisa dideteksi oleh perangkat apa pun. Science menggunakan partikel materi untuk mendeteksi apa pun yang menjadi obyek observasinya. Bagaimana dengan obyek yang tidak bisa dideteksi oleh partikel materi apa pun? Science berkata, maka obyek itu tidak ada atau tidak REAL.
So, What’s Next?
Science mencoba bergerak maju. Selangkah demi selangkah, mencoba mencari celah yang bisa dilalui. Celah itu semakin sempit. Sempit karena science sudah kehabisan cara untuk maju. Science harus melakukan revolusi untuk bisa melihat himpitan dan jalan di depannya. Harus ada cara menerangi jalan di depan sehingga science bisa melakukan observasi dan menarik kesimpulan. Science berada di antara dunia nyata dan tidak nyata. Antara science dan philosophy. Antara fisik dan metafisk.
Satu bidang science, yaitu Noetic Science, yang dibangun oleh Edgar Mitchell (mantan astronaut, Apollo 14), adalah salah satu bidang science yang mencoba membawa science ke tempat yang belum pernah dijamah. Noetic melihat bahwa kemampuan manusia tidaklah hanya sebatas peralatan yang diciptakannya untuk mempelajasi alam ini, lebih jauh, untuk menolong dirinya sendiri agar menjadi manusia yang lebih baik. Selama ini manusia hanya memanfaatkan kemampuan otaknya sedikit saja. Tentunya ada metode atau cara yang dapat menaikkan kemampuan otak manusia. Apa yang terjadi bila kita mampu memanfaatkan 100% kapasitas otak kita? Noetic adalah science yang berani terjun untuk menyelidiki alam pikiran, alam bawah sadar, psychokinetic, Kematian, science and wisdom, meditasi, dan lain seterusnya.
Mungkin manusia telah berjalan ke arah yang keliru. The biggest mystery is not the universe, but human itself.
Manusia mempunyai potensi yang 80% -nya masih menjadi bahan penilitian di Noetic Institute. Saat ini kita tidak tau apa saja manifestasi dari 80% potensi kita itu. Kemudian ada sebuah pertanyaan, ‘apakah ini pemikiran baru? Ataukan sudah pernah dibicarakan sebelumnya?’
Ilmuwan noetic membuka diri untuk mempelajari catatan-catatan sejarah yang mungkin pernah menyinggung tentang rahasia alam yang terbesar ini, manusia.
Dan ternyata literature-literature itu sangat banyak. Sejak awal, sejak zaman manusia mampu menuliskan idenya, manusia sudah mulai berpikir tentang potensi yang tersimpan di dalam jasad kita ini, hubungan antara manusia dengan alam., reality dengan non-reality, Fisik dan mistik. Manusia dan Tuhan. Sebagian kitab-kitab itu masih ada hingga sekarang dalam bentuk kitab suci agama-agama di seluruh dunia (Taurat, Injil, Al-Quran, Veda, dll)
Manusia pada zaman itu sudah berbicara mengenai pencipataan alam semesta, penciptaan manusia, baik-buruk, dan lain sebagainya. Apakah mungkin jawaban misteri yang dihadapi science sekarang ini hanyalah berupa perulangan bahsan topic uang pernah dibicarakan nenek-moyang kita terdahulu? Memang bedanya, dulu mereka tidak menggunakan teknologi untuk menguji hipotesa, mereka hanya menggunakan logika dan akal, filsafat. Tapi di masa science yang berada di tepi jurang ini, tidak ada cara lain untuk melihat dalam kegelapan selain mencoba melihat kembali ke dalam kitab-kitab itu. Mencoba mendalami potensi manusia. Manusia dengan alam, manusia dengan Tuhan.
Polarity
Tuhan yang Maha Satu, hanya ada Dia sebelum Dia menciptakan alam semesta ini. Dia tidak memerlukan ruang, tidak juga waktu. Tidak ada yang lainnya selain Zat Yang Satu itu. Kemudian Tuhan berhendak menciptakan alam. Pertama kali Ia menciptakan cahaya. Adalah suatu keputusan dari Tuhan untuk menciptakan cahaya sebagai awal proses penciptaan. Cahaya membawa konsekwensi, yaitu polarity. Ini adalah sifat dasar cahaya yang darimana alam semesta ini diciptakan. Polarity adalah pengkutuban, dualisme, dua sifat yang saling bertentangan namun saling menyeimbangi satu sama lain. Hindu menyebutnya Karma, ajaran di China menyebutnya Yin-Yang. Oleh karenanya di alam ini kita amati terdapat polarity di mana-mana. Kanan-kiri, negative-positive, baik-buruk, kaya-miskin, semua berpasangan dan saling meniadakan/menyeimbangkan.
Bila di alam ini terdapat polarity, maka sebelum terciptanya, tidak ada polarity. Inilah arti ESA yang sesungguhnya. Hanya ada Tuhan. Tidak ada yang lain. Tuhan adalah singular, bukan polar. Tidak ada kanan-kiri, tidak ada negative-positive, tidak ada baik-buruk. Tidak ada surga-neraka.
Dari cahaya tersebut terciptakan alam yang penuh dengan planet, termasuk manusia. Kita berasal dari Zat-Nya. Manusia adalah manifestasi dari Tuhan.
Kita kemudian memanggil alam ini sebagai alam yang REAL. Inilah REALITY menurut science. Namun bila ini adalah alam Real, apakah anda mengatakan bahwa Tuhan tidak Real? Di dalam Alquran, alam ini diebut ‘fana’ yang artinya ‘sementara’. Yang kalau saya mengartikannya sebagai alam semu, atau tidak REAL. Alam ini bukan REALITY yang hakiki. Jadi, apakah pemahaman kita ini terbalik? Sesungguhnya yang REAL adalah Tuhan, sedangkan alam ini, Tidak Real. Real hanyalah yang Singular. Polar bukanlah Real.
Pemahaman reality yang seperti inilah yang banyak di singgung di kitab-kitab suci. Ke-fana-an dunia yang disalah-artikan sebagai real telah mengecohkan manusia dalam memandang ajaran-ajaran itu sebagai mistic, metafisik, spiritual, dan segala bentuk yang tidak bisa dianalisa oleh perangkat science.
Namun dengan pemahaman yang sebenarnya, bahwa alam inilah yang tidak real, maka sesungguhnya science hanya mengamati sebuah ciptaan, tanpa bisa mengerti sang Pencipta. Dengan kata lain, apabila science ingin mempelajari kebenaran yang hakiki, maka ia harus memperkaya pemahamannya terhadap alam ini yang tidak hanya bisa dipelajari oleh partikel-partikel materi, namun juga dari sesuatu yang lain, sesuatu yang selama ini dianggap metafisik, mistis, dan spiritual.
Kemana science harus mencari?
Bila manusia diciptakan dari zat-Nya, maka pertanyaan itu sangat tepat bila dibalikkan ke diri manusia sendiri. Manusia adalah manifestasi dari Tuhan. Dan sudah menjadi sifat dasar, atau dorongan naluri manusia untuk mencari Tuhan di balik jasad ini, meng-explore seluruh kemampuan ‘mind’ dan bentuk dasar kesadaran.
Albert Einstein pernah berkata, “di masa depan, akan ada agama baru yang berupa cosmic religion”. Satu agama yang benar-benar mengerti reality yang sesungguhnya dan melihat manusia sebagai manifestasi dari Tuhan. Tubuh kita adalah sebuah kuil, sebuah kuil, rumah bagi Tuhan yang tinggal di dalamnya. Carilah Tuhan di dalam dirimu.
The God Theory
Saya rasa manusia sudah cukup berani untuk mengungkapkan teori-teori fisika mereka tanpa harus dirudung rasa takut dibakar hidup-hidup seperti beberapa abad yang lalu. Dengan kedewasaan berpikir ini, maka ilmuwan fisika teoretis serta para cosmologist sudah berani mengajukan teorinya kepada dunia, seperti braneworlds, zero-brain, cyclic universe, dll. Teori-toeri ini tentunya semakin sulit untuk dibuktikan atau bahkan mungkin tidak akan bisa dibuktikan sama sekali. Yang mampu ditawarkan hanyalah ‘apakah anda percaya atau tidak’. Dan satu-satunya cara untuk mengujinya adalah dengan pendekatan logika.
Alam yang sangat sempurna ini hanya mungkin ada bila ada yang menciptakannya. Sebentuk Entity yang Maha Cerdas dan Kuasa. Ia adalah Potensi Yang Maha Tak Berhingga. Lalu untuk apa Sang Entitiy dengan Potensi Yang Yak Berhingga menciptakan alam ini? Jawabanya mungkin adalah untuk merubah potensi menjadi pengalaman (To turn potential into experience).
Coba bayangkan anda seorang programmer yang sangat pintar, anda mampu membuat game simulasi komputer. Anda adalah potensi. Lalu apa yang akan anda lakukan dengan potensi anda itu setelah membuat game tersebut? Secara logis anda akan memainkannya. Anda akan menjadi karakter di dalam game anda dan mengalami sendiri bermain dalam game simulasi yang anda buat itu!
Bagaimana mencari tau apakah ide ini benar? Saya tawarkan kepada pembaca untuk mencari bukti-bukti di literatur agama masing-masing apakah pernah tertulis sebuah kalimat yang menyatakan kebenaran ide ini. Baik itu berupa kiasan sekalipun. Kali ini Fisika mungkin tidak dapat membuktikannya. Saya merasa inilah batas akhir ilmu pengetahuan yang ada di alam ini. Kita perlu perangkat baru yang bisa menjamah realm di luar alam ini. Graviton mungkin mampu membuktikan adanya dimensi extra yang di-teorikan M-Theory, namun graviton tidak bisa membawa manusia kepada zero-brane maupun juga partikel tanpa property.
Sebuah buku popluer dari beberapa dekade yang lalu "Science and the Unseen World" oleh A.S. Eddington, sekiranya cocok bagi saya dalam menyampaikan bahwa manusia sudah berada di tepi batas pemisah dimana di seberang sana adalah sebuah dunia yang belum pasti bisa dilihat oleh kaca mata science. Kalau anda ingin mengatakan bahwa inilah batas science dan "spiritual", inilah saatnya. Pertanyaan saya, apa yang bisa anda pikirkan setelah itu? Dapatkan pertanyaan-pertanyaan penting terjawab?
Ini adalah sebuah ide atau pemikiran yang sangat menarik dan mungkin termasuk baru. Jika benar bahwa Tuhan menciptakan alam ini agar "Ia" bisa ber-experience melalui manusia -- tujuan manusia di alam ini adalah untuk ber-experience, maka pertanyaan selanjutnya adalah 'Apa sajakah experience yang diinginkan-Nya untuk kita jalani?'.
Zero-Point Field
Ada baiknya saya menyinggung sedikit mengenai Zero-Point Field sebelum lanjut ke pembahasan selanjutnya. Fisika telah sering menyinggung bahwa tidak ada ruang yang bisa benar-benar dalam keadaan kosong atau vacuum. Setiap titik ruang ini terpenuhi oleh quantum fluctuation. Partikel yang muncul dan saling meniadakan tanpa henti di setiap titik ruang di alam semesta. Apa sebenarnya ini? Dari mana mereka berasal? Mungkinkah partikel muncul dari ketiadaan seperti itu? Nyatanya memang demikian.
Fisika berteori bahwa partikel-partikel itu adalah partikel zero atau Zero-Point Particle, tak bermasa, dan tersebar merata bagai sebuah grid atau matrix alam semesta, Zero-Point Field (ZPF).
Bernard Haisch menjelaskan bahwa ZPF inilah yang menjadi alasan sebenarnya mengapa materi memiliki massa.
Sedikit membahas tentang massa. Massa adalah sebuah teka-teki di dalam ilmu Fisika. Sampai kini kita tidak tau dari mana massa itu berasal? Apakah massa suatu atom adalah sama dengan banyaknya jumlah electron? Kalau begitu dari mana massa electron itu sendiri?
Ilmuwan kemudian menerima sebuah theory bahwa massa diwakili oleh sebuah partikel yang dinamakan partikel Higgs. Jadi, massa suatu partikel ditentukan dari seberapa banyak jumlah partikel Higgs yang menyelimuti partikel itu. Anda bisa bayangkan sebuah partikel yang diselimuti kabut Higss. Kalau demikian, bagaimana dengan massa dari partikel Higgs itu sendiri?
Massa yang diwakili oleh partikel Higgs ini (walaupaun terdengar sangat aneh) sedang dibuktikan keberadaannya di laboratorium milik CERN, Large Hadron Collider (LHC), dengan menumbukkan dua buah partikel materi yang dari ledakan yang terjadi diharapkan adanya serpihan partikel Higgs.
Ilmuwan lain mengemukakan teori bahwa massa sebenarnya adalah sebuah efek yang dihasilkan dari ikatan partikel materi terhadap ZPF. Sehingga massa suatu partikel ditentukan dari ikatan yang terjadi antara partikel itu dengan Zero-Point Field. Theory ini sangat konsisten dengan String/M-Theory. Bahwa setiap partikel adalah sebuah string yang bergetar. Tidak hanya bergetar, ia juga harus tertambat (kedua-ujungnya) pada sebuah membrane yang membentuk rupa dan dimensi alam semesta ini. Membrane ini adalah ZPF.
Kondisi ini juga cocok untuk menjelaskan mengapa partikel Graviton ber-massa NOL. Graviton adalah partikel pembawa efek gravitasi yang berupa string tertutup (Closed-loop string). Kedua ujung string graviton saling bertautan sehingga ia tidak memiliki ujung untuk bisa tertambat ke membrane/ZPF. Tidak adanya ikatan ke ZPF - maka graviton tidak memiliki massa.
Dengan demikian pula, maka sama halnya dengan partikel cahaya, yaitu photon. Photon ber-massa NOL. Sangat mungkin sekali bahwa photon juga termasuk partikel dengan string tertutup dan tidak memiliki ikatan dengan ZPF.
God is SINGULAR, And So are We
Apa tujuan kita di dunia ini? Apa tujuan Tuhan menciptakan manusia?
Mungkin pertanyaan itu baru bisa dijawab bila kita menggali lebih dalam potensi Tuhan di dalam diri kita.
Dari yang singular terciptakan polarity yang kemudian menjadi makhlulk yang tak hingga jumlahnya di dalam sebuah alam. Bayangkan tubuh kita yang satu ini terdiri dari jutaan bahkan milyaran jumlah sel. Setiap sel punya perilaku, tugas masing-masing. Namun seluruh sel itu secara bersamaan mempunyai satu tujuan yang sama yaitu untuk membuat tubuh ini hidup.
Noetic science mempunyai pendapat bahwa 'jiwa' dan 'pikiran' adalah entity yang terhitung. Dapat di analisa dan dipelajari. 'the mind' yang dihasilkan dari tubuh kita ini adalah berupa partikel yang memiliki massa. Memiliki massa berarti terdapat ikatan antara 'mind' kita dengan Zero-Point Field (ZPF).
Seperti yang disinggung di atas, bahwa ZPF adalah sebuah field yang mengisi penuh alam semesta ini. Sebuah kesatuan. Sebuah membrane. Dengan adanya ikatan antara 'mind' setiap individu manusia dengan ZPF, maka ini berarti setiap manusia saling berhubungan. Selain itu, human mind juga memiliki hubungan dengan partikel lain. 'Human Mind' bisa mempengaruhi kondisi setiap partikel di alam ini.
Mohon dibaca baik-baik tulisan saya ini.
Kenyataan di atas menjelaskan banyak hal. Inilah bagaimana suasana hati seseorang bisa mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Hasil percobaan laboratorium terhadap air membuktikan bahwa dengan memberikan pikiran 'senang', air membentuk kristal dalam bentuk khusus ketika ia dibekukan. Lain pula bentuk kristal air yang terbentuk ketika ia diberikan pikiran negative, seperti marah, benci, dll.
Inilah juga mengapa terdapat jenis pengobatan alternatif di bumi ini, seorang mampu mengobati orang yang sakit hanya dengan sentuhan tangan, atau bahkan dari jarak jauh.
Pikiran manusia dapat mempengaruhi materi. Merubah materi. Banyak peristiwa di kitab suci yang menceritakan bagaiman seorang nabi mampu berbuat mukjizat. Mukjizat adalah sebuah kata kiasan. Mukjizat adalah manifestasi dari potensi Tuhan di dalam diri manusia, yang membuat manusia memiliki 'God-Like power'.
Kemudian, oleh karena setiap pikiran manusia berhubungan satu sama lain, apa yang terjadi bila kumpulan manusia melakukan konsentrasi memikirkan satu hal yang sama? Bagaimana bila seluruh manusia di bumi melakukannya?
Ini juga menjelaskan science dibalik 'The Law Of Attraction" dalam buku 'The Secret' oleh Rhonda Byrne. Keinginan kuat dapat mempengaruhi hasil yang didapat. Suatu niat yang kuat dapat menarik perilaku alam ini untuk mewujudkan niat itu.
Allah berfirman, "Tidak akan berubah nasib suatu kaum bila kaum itu tidak merubahnya sendiri".
Anda pasti sering mendengar perkataan, "Manusia merencanakan, Tuhan menentukan". Satement ini sangat bertentangan dengan firman Tuhan di atas. Sangat jelas bahwa manusia mampu merubah kondisinya, bahkan merubah materi disekelilingnya. Tuhan telah menyebutkannya di dalam kitab suci. Manusia mencoba mengartikannya, namun entah bagaimana sepertinya selalu keliru.
Manusia adalah sel kehidupan dari Zat Yang Maha Besar. Manusia adalah satu system. We are united. We are One as Singular, Singular as God-self.
Ketika engkau berdoa dengan khusyuk, anda menemukan Tuhan di dalam dirimu. Engkaulah sang Pencipta. Engkaulah Brahma. Engkaulah Tuhan, dan Tuhan selalu tau yang terbaik. When you embark as being God, nothing else in nature is relevant, becasue there is no polarity, only Singular. You are God.
Bacalah. Bacalah kitabmu dalam artinya yang sebenarnya. Singkirkan bungkusnya, jangan terkecohkan dengan kiasan atau perlambangan di dalamnya. Hanya mereka yang benar-benar mau berpikir, terbuka dan bebas dari segala doktrin dan dogma yang bisa menemukannya.
This is not Sufism, this is not Kabalism, not Hinduism, this is science. An ancient science being rediscovered.
[ER]

42 comments:
very touching - "we are God - God in us and we are in one in God - " same old kejawen wisdom teaching, yes, an ancient science being rediscovered, I agree
Thanks Bowo! You are God.
OH MY GOD...
God, you're so.. god
huahuahua
Tuhan dan ciptaannya adalah satu atau menyatu. Ya...berapa 'sempalan' dari agama-agama resmi telah mendeklarasi hal ini. Namun pendekatannya melalui pengalaman-pengalaman spritual mengakibatkan mereka gampang dipojokkan sebagai aliran sesat.
Tulisan ini merangkum dan melihat hal ini dari sudut pandang 'science'. Nah..ini yg menarik.
Makasih untuk artikelnya gue bookmark di blog gue
Thanks Iful.
Manusia sangat senang dengan doktrin dan dogma Tanpa doktrin, manusia kehilangan pedoman hidup. Ini terjadi berabad2. Agama yang diterima manusia adalah yang mengajarkan doktrin kuat. Essensi yang sebenarnya ditutup, dikiaskan. Namun implikasi dari kebernaran yang hakiki juga mungkin akan mendatangkan bencana besar, sehingga para pemikir terdahulu memutuskan untuk menutupinya dan hanya yang 'terpilih' saja yang akan mampu membongkar kiasan itu dan mendapati maksud yang sebenarnya.
Atau, mungkin memang kiasan itu ditulis oleh karena tidak ada kata yang mampu mewakili maksud yang ingin disampaikan. well... the rediscoverey of the true wisdom of the ancient is still on...
"Bacalah. Bacalah kitabmu dalam artinya yang sebenarnya. Singkirkan bungkusnya, jangan terkecohkan dengan kiasan atau perlambangan di dalamnya. Hanya mereka yang benar-benar mau berpikir, terbuka dan bebas dari segala doktrin dan dogma yang bisa menemukannya."
Anjuran yang jarang dilaksanakan oleh sebagian besar muslim. Membaca kitab maunya yang arabnya saja, walaupun susah bahkan untuk membacanya saja, Yang terjemahan, tidak mau dibaca walau mudah dibaca dan dimengerti,
Sebaliknya, masyarakat kita terlalu banyak mengikuti The Second Book (:Hadits ). Kalau yang ini pasti dibaca dengan artinya
Terima kasih Muawiya.
Manusia secara tradisi menyukai dengan doktrin. "Saya beragama "A" karena dari dulu keluarga saya juga beragama "A"". Bukan dengan alasan bahwa ia yakin atau hasil nalarnya. Begitulah yang ada kebanyakan.
Manusia adalah Tuhan. Tuhan adalah Allah. Sebagian kita sulit mencernanya, namun sebagian lain sudah tau maksudnya. Inilah inti dari semuanya.
sains telah menemukan satu teori yang mencakupi sufi yang di namakan wahdatul wujud..maka benarlah ia.
tapi ia bukanlah ilmu akan tetapi suatu jalan dan pengalaman seseorang manusia itu setelah dirinya bergelar tuhan...tuhan juga ber'jalan' untuk mengenali dirinya seperti termaktub dalam hadis dan quran bermaksud "AKU ciptakan makhluk untuk Aku kenali diriKU sendiri"...
apapun,salam ziarah, jika mahu mengetahui rahsia nusantara, islam dan kebangkitan akhir zaman sila mengunjungi www.nusanaga.blogspot.com
hmmm masih bingung kenapa kita kok di sebut tuhan
Hi,
Kalau anda dalami tulisan saya, jawabannya sudah ada di situ. Namun untuk gampangnya seperti ini;
Sebelum alam ini ada, maka hanya ada Tuhan. SINGULAR. Untuk menciptakan menciptakan alam ini diperlukan 'bahan' atau meterial. Maka Tuhan me-manifestasi-kan Zat-Nya menjadi ciptaan-Nya. Sehingga, semua yang diciptakan Tuhan adalah berasal dari Zat-Nya.
Prosesnya seperti yang didapat dari ilmu Sufi, bahwa pada awalnya Tuhan menciptakan NUR. Nur ini adalah cahaya Bahan baku utama penciptaan alam, Nur ini adalah Zat Tuhan dengan POLARity(seperti yang saya tuliskan pada artikel ini).
Lalu, mengapa Ia mencipta ini semua? Mulai dari alam semesta hingga manusia? Karena, menurut The God Theory, Tuhan BERKHENDAK untuk ber-experience ke dalam alam ini dengan berwujud ciptaan-Nya sendiri.
So, manusia, kita, memiliki sifat Tuhan. Walaupun terbatas oleh fisik, namun kita adalah manifestasi dari Zat yang Maha Kuasa. Tuhan ber-experience melalui kita. Tuhan adalah kita. kita adalah Tuhan. Tanyakan pada dirimu sendiri (Pada Tuhan) apa yang Ia kehendaki dari dirimu untuk diakukan dalam hidup ini. Tuhan ada di dirimu. Temukan Ia di dalam tingkat kesadaranmu yang paling dalam.
Mengapa saya mengunakan "Tuhan" ketimbang Allah? Saya mulsim. Dan pengetahuan ini juga dipercayai oleh semua agama yang berasal dariNya. Tuhanmu Tuhanku juga.
Semoga penjelasan ini bisa diterima. Tulisan saya selanjutnya akan membahas mengenai Ascension.
maaf sih,susah utk sy fahami bahawa kita adalah Tuhan,mcm ajaran sesat saja,maaf ya,saya msh belum fhm mksud pnulis,tp jika slh fhm mmg bisa sesat sih..
lgpun,Allah adlh Pencipta,kita dn sekalian makhluk adlah yg di cipta,masakan sih,yg dicipta boleh jd pencipta,,mmg bikin sesat gini,kita boleh di aggap melawan Allah,krn kita hamba Allah,bkn TUhan sih..aku ngak boleh terima dn takut utk menerima..
boleh kasi jelas pnulis..
maaf ya,sy ngak ngerti apa mksud pnulis,dn sy takut jika slh ngerti,boleh jd sesat,dn org ln juga bisa jg gitu,na'uzubillah!
maaf ya,sbnrnya fahaman kita adalah tuhan sprti ajaran sesat yg sdg di lakukan oleh the hidden hand mnuju ke arah new world order yg mengatakan there is no god,we r god,dn itu adalah sgt mnakutkan sy,mana mgkin saya adlah tuhan,sdgkan saya adlh hasil ciptaanNya..hasil ciptaan ngak bisa mnjadi pncipta
dn apa yg mengejutkan ada jugak fahaman islam yg sebegitu,sy ingat ke fahaman non muslim shj yg ingin myesatkan..krn org muslim sedia maklum bhw kita adalh hamba Allah,dn bukan Tuhan
maaf ya jika saya terlebih krn sy tk fhm mksud pnulis,,blh encik jlskan apa yg menjadikan pendapat encik begitu..
Saya pun tidak bermaksud mengelabui atau memberikan ajakan atau hasutan kepada siapapun untuk percaya atau membawa hal ini sebagai bahan perdebatan yang menyalahkan keyakinan pembaca, apalagi menganggap tulisan saya adalah ajakan ke ajaran sesat. Tulisan saya berupa summary dari sekian banyak buku yang telah saya baca dan diskusi-diskusi yang pernah saya lakukan bersama teman-teman yang sama-sama menggemari topik serupa.
Jika anda merasa tidak bisa menerima, tidak apa-apa. wajar saja. Namun bila anda ingin tau lebih jauh, saya pun bersedia menjawab pertanyaan anda semampu saya.
Manusia memang terbatasi oleh fisik atau wadah atau jasad. Kita hidup di alam fisik cipataan Tuhan. Jadi MEMANG TIDAK MUNGKIN kita yang hasil ciptaan ini menyamai penciptanya. Sekali lagi saya katakan TIDAK MUNGKIN.
Lalu apakah pernyataan saya itu kontradiktif dengan isi tulisan saya? Tidak.
Silahkan baca tulisan saya yang berjudul "Braneworld". Tuhan adalah entity tanpa brane. Manusia memerlukan at least 3 brane. and there are 7 more branes that bound us.
Tapi pertanyaannya masih sama, siapakah kita? untuk apa kita diciptakan? mengapa? Untuk menjawab ini, maka saya tulisakan "God Theory".
Bahwa manusia adalah manifestasi dari Tuhan. Jika manusia adalah manifestasi dari Tuhan, lalu apa yang terjadi bila fisik,wadah,jasad ini mati? tinggallah sewujud entitiy yang akan "kembali" kepada penciptanya. Entity itu adalah Zat yang Maha Kuasa.
Di dalam Alquran disinggung pula mengenai ini. Bahwa Allah meniupkan ruh-Nya kepada manusia. dan urusan Ruh adalah urusan Allah, tidaklah manusia diberi pengetahuan megennai Ruh melainkan hanya sedikit.
Alam yang kita tinggali ini tidak nyata. Yang nyata adalah Allah. Dan Tiada Tuhan selain Allah.
Saya sangat senang anda mau meluangkan waktu untuk membaca tulisa saya dan berdiskusi. Memang akan menyedihkan bila tulisan saya dianggap sebagai salah satu aliran sesat :-)
Jika anda pelajari sejarah manusia dimana belum dikenalkan dengan ajaran agama yang benar, manusia berusaha mencari Tuhan dengan benda-benda di dunia (Pagan). Manusia-manusia itu sangat rentan terhadap godaan iblis. Namun dengan mengenai siapa Tuhan yang sebenarnya, maka iblis pun tidak lagi penjadi penggaggu utama. Pengganggu utama manusia adalah manusia sendiri yang mengaku sebagai Tuhan dan atau juru selamat. Bagaimana mengahdapi ancaman ini?
Bacalah.
Kita harus kembali ke ayat nomor satu pada Kitab suci. bahwa kita harus kembali membaca, belajar, mengkaji. mana yang benar, mana yang salah? Apakah yang benar itu memang benar yang hakiki? Apa itu kebenaran yang hakiki?
Tidak ada satupun manusia di bumi ini yang mampu memberikan jawaban yang benar selain dari Allah yang Maha Tau. Oleh karena itu, bertanyalah hanya kepada Allah.
Allah ada di dalam diriku dan dirimu. Mendekatlah kepadaNya disaat sunyi malam hari, tanyakan pertanyaan itu.
wah,trima kasih ya..barulah saya faham bagaimana boleh terjadinya theory ni apabila encik terangkan td,.
yelah,sy yg berilmu cetek ni perlu bertanya kpd org yg lebih pandai spy tdk tersalah fhm..haha,naya tak gitu sih
sebuah tulisan yg cerdas & logis.. selamat anda tidak terkekang dgn dogma2 yg justru mengekang pikiran kritis anda. saya sangat setuju, sejalan dgn yang saya ketahui dari beberapa sumber,bahwa Tuhan tidak terbatas ruang dan waktu, ada di setiap atom dan identik dengan roh yg ada di dalam semua mahluk dan benda maupun atom. bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dalam jumlah yg tidak terbatas dan Beliau sendiri turun dari kerajaan Beliau ke alam semesta ciptaan Beliau sendiri untuk ikut "bermain" dgn mahluk dan alam semesta. beberapa kitab suci pernah mendokumentasika n kejadian tersebut. setuju dech....
Terima kasih atas komentarnya. Semoga tulisan saya bisa membawa manfaat positif bagi anda.
what the funny joke?
hello,, you are god?,oh my...,
we are god?/manifestasi from god?
benarkah kita bisa menjadikan apa saja yang kita inginkan lewat "tubuh manusia" kita ini? yang katanya berasal dari tuhan,yang katanya adalah "makhluk paling sempurna"diantara makhluk-Nya yang lain?
Anda katakan bahwa dunia kita sekarang ini adalah dunia yang tidak nyata,siapa yang bisa mengetahui nyata atau tidak dunia ini selain hanya tuhan yang tau,lagipula, entah memang benar nyata atau tidak,setujukah kalau dapat dipastikan bahwa apa yang kita lakukan di dunia kita sekarang ini,adalah yang akan menentukan kehidupan kita di dunia2 selanjutnya setelah kita mati nanti.
mengapa ada orang terlahir cacat?,mengapa ada orang terlahir tidak cacat,apakah tuhan pilih kasih?
daripada berpikir tentang aku tuhan, kau juga tuhan.. mari kita bersatu untuk kedamaian dunia = pernyataan dari orang sakit
saya lebih suka menganggap : tuhan itu ada dan mengawasi kita..
marilah kita menstabilkan jumlah sumberdaya fosil,kayu hutan, dan persediaan makanan,dgn populasi yang ada,agar semua kebutuhan hidup bisa CUKUP tercukupi RATA SEMUANYA,agar melahirkan generasi penerus yang kuat fisik dan mental,membela tanah air,tidak cacat/bodoh,sehingga tidak diakali oleh bangsa lain(APALAGI OLEH ORANG YANG MASIH SATU BANGSA) yang lebih pintar tapi hanya bisa MENJARAH
NB: tapi karna sudah terlanjur terlahir bodoh di negara yang sudah telah terlanjur jadi bodoh,ya mau bagaimana lagi,sekolah saja mahal..,mending kita berangan2 menjadi tuhan dan santai sajalah..,toh,tuhan sudah mengatur semuanya :-P
Terima kasih atas komentar anda. Sayang saya tidak tau nama anda.
Bagi saya, setiap orang boleh berpendapat dan menyimpulkan sendiri atas apa yang dijalani dan diamati dalam kehidupan 'fana' ini. Terutama jika dapat menjadikan anda memiliki niat positive dalam merawat bumi ini. Bahwa juga kita bisa melakukan perubahan nyata yang dapat menjadikan bumi tempat yang lebih baik.
Dari cara berpikir, niat dan aksi positif itulah yang membuat anda sebenar-benar Manusia untuk bumi ini. a true Human for Earth.
We are part of nature. We are relevant. If you feel hurt when someone out there destroys any forest, polutes the water and air, then you have realized that you are one of nature. Your action is relevant.
Tuhan mengawasi kita. Saya setuju. dan masing-masing kita menjadi pengawas dari yang lainnya.
So please continue to contribute positively for humanity and this planet. You are Relevant and Significant!
Addition to my previous comment:
What makes it interesting for me is that I expected different opinions form my readers, which this is what I am getting. I posted an idea, you comment on it. If you wish to discuss, I shall be happy to do it with you.
One silver-line from me: That we shape our own lifes and our own futures. God already said it. We are the master of our own lifes. It is the process in shaping it that really matters. It determines who we are as an individual.
God Bless!
dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan maha Penyayang
1 Katakanlah: Dia lah Allah, Yang Maha Esa
2 Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3 Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan
4 dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia
kalau kita renungkan ayat terahir dr surah Al ikhlas tsb jelas sudah klo Tuhan itu bukan siapa2; bukan aku, kamu, dia, mereka atau kita.. sehebat apa pun kita berpikir mengerahkan 100% kemampuan otak kita sama sekali itu tidak akan "menjadikan kita Tuhan"
Karena Tuhan Maha Suci, tidak tercemari konsep Ada, Tidak Ada atau Siapa?
Karena memang Tuhan itu membingungkan, di satu sisi Dia berkata bahwa Dia adalah seperti apa yg hambaNya pikirkan..
sementara hamba2Nya yg memiliki pola pikir yg berbeda2 itu bukan hanya manusia, masih ada Malaikat (yg pastinya jauh lebih cerdas dari manusia), Iblis (yang dulu mantan pemimpin seluruh malaikat), Jin (keturunannya iblis), mungkin juga hewan dan Tumbuhan..
Dia itu misterius, itu salah satu sifat yg membuat aku jatuh..menyerah..pasrah sbg seorang "muslim"
hanya kepada Engakulah kami menyembah dan hanya Engkaulah kami memohon pertolongan, tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang2 yang telah Kau beri nikmat (kebenaran), bukan jalan mereka yang Kau murkai dan mereka yang sesat
Wahyu Allah berarti particularly bagi setiap individu yang membacanya. Wahyu bagaikan air murni. Namun faktanya Tidak ada yang tau rasa atau wujud air-murni yang hakiki, sehingga masing2 atau sekelompok manusia menentukan sendiri bagaimana itu rupa air-murni yang baik bagi mereka.
Saya tidak mengatakan bahwa tindakan itu salah. Selama itu membuat iman mereka menjadi lebih tebal, maka itu adalah baik.
Namun dalam pencarian air-murni yang hakiki, mecari kebenaran yang hakiki, kita perlu mengkaji alam ini secara dalam dan menyeluruh. Karena tidak ada zat yang mampu menunjukkan kebenaran yang hakiki selain zat yang Maha Satu itu.
Suat Al-Ikhlas menegaskan bahwa Tuhan adalah Satu. Maka tidak ada "apapun" selain Tuhan. Dan Tuhan adalah tempat dimana alam ini Eksis.
Surat ini menegaskan kebenaran tulisan saya bahwa Hanya Ada Tuhan, dan apa pun yang wujud di alam adalah manifestasi dari Tuhan.
Apakah bukan itu arti yang hakiki dari Surat Al-Ikhlas menurut anda? Bila anda menjawab 'tidak', maka tentunya air-murni itu rasanya masih berbeda bagi anda dan saya. Tapi sekali lagi, hal ini bukanlah hal yang buruk.
Salam,
ER
Memang betul, manusia itu adalah manifestasi Tuhan untuk mengenal DiriNya. Manusia itu adalah wadah (vehicle) seperti lampu untuk menerbitkan cahaya elektrik. Hal ini adalah abstrak dan selalu menjadi polimik oleh para pemimpin agama kerana mereka hanya menghafal kitab-kitab suci. Ajaran ini telah lama diajarkan oleh leluhur orang Melayu di Alam Melayu (zaman pra-sejarah, wilayah ini dinamakan Sundaland, atau Mu, atau Lemuria, atau Kumari Kandam, atau Atlantis), iaitu sebelum sebahagian daratannya tenggelam ke dalam laut yang sekarang ini menjadi Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Jawa, Selat Melaka dan Telok Siam. Sesungguhnya Orang Melayu (Malai), sebelum berpecah menjadi suku bangsa Jawa, Melayu, Bugis, Banjar, Batak, Dayak, Iban, Kadazan, Bawean, Sunda dsb, adalah bangsa yang pertama dan terhebat di muka bumi ini. Kesan peninggalan leluhur kita yang ada terdapat di muka bumi ini adalah tamadun Mohenja-Daro dan Harappa di Lembah Indus; Sumeria, Mesir, Pathia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Itu sebabnya banjaran gunung tertinggi di dunia ini dinamakan "Himalaya" (mountain of the Malays). Tenggelamnya sebahagian daratan Alam Melayu ini disebabkan letusan Gunung Batara Guru (sekarang ini menjadi Tasik Toba dan puncak gunung tersebut menjadi Pulau Samosir). Kajian saya tentang Alam Melayu dan Orang Melayu menunjukkan bahawa leluhur kita telah wujud lebih 900,000 (sembilan ratus ribu) tahun dahulu. Keterangan ringkas, rujuk laman web saya: drilyasharunmalaysia.blogspot.com
Kita semua sebagai pewaris Melayu (kini berjumlah hampir 300 juta jiwa yang mendiami Indonesia, Malaysia, Brunai, Filipina, Selatan Thailand, Kampuchea, Vietnam, Laos, Sri Lanka dan Myanmar hendaklah kembali ke pangkal jalan untuk bersatu seperti di zaman leluhur kita dahulu. Kita lupakan fahaman kenegaraan, kenegerian, politik, sosial dan agama untuk bersama-sama mengembalikan KESAKTIAN MELAYU. Sesungguhnya Melayu itu Alam, Dunia Pemikiran Ketuhanan dan Budaya Yang Memerintah. Leluhur kita ada meninggalkan kitab berjumlah 173 buah yang dinamakan MALAIYANA MULAIYANAM (Ajaran Melayu Mula Ajaran).
Manusia itu adalah alat penyataan Tuhan dalam diri manusia, tetapi manusia itu bukanlah Tuhan. Seperti bulb lampu sebagai alat untuk terang yang menangkap arus elektrik. Sebenarnya ajaran ini sudah lama diajarkan oleh leluhur kita, lebih 900,000 tahun dahulu, melalui 173 buah kitab yang dinamakan MALAIYANA MULAYANAM (Ajaran Melayu Mula Ajaran). Pada waktu itu semua orang Melayu (Malai) bersatu, sehinggakan banjaran gunung tertinggi di dunia dinamakan "Himalaya" (mountain of the Malays). Sebelum sebahagian dari daratan wilayah ini tenggelam ke dasar laut akibat letusan gunung Batara Guru (kini menjadi Tasik Toba dan puncaknya menjadi Pulau Samosir) tanahair orang Melayu dinamakan Sundaland (atau Mu, atau Lemuria, atau Atlatis, atau Kumari Kandam). Baca keterangan ringkas di laman web saya: drilyasharunmalaysia.blogspot.com
spt boneka jari sgl mahluk2 Tuhan itu dimainkan oleh jari2 tanganNya
Sang Pemain Boneka "bebas berkehendak" apa pun, namun ksemua boneka2 jari itu meski diberi ksempatan untuk berkehendak bebas pun, mungkin; tdk mungkin u/ bs setara dg Sang Pemain Bonka itu ;)
apakah kata "satu" bg boneka2 jari itu sma/plg tdk mndekati dg; hakekat "satu" yg dikehendaki Sang Pemain Boneka???
mengapa tidak:)
Saya bingung dengan ayat yang menyatakan : "Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum bila tidak berusaha sendiri", karena ada ayat lain yang menyatakan bahwa "takdir sudah dituliskan sejak awal sebelum terciptanya alam semesta". Tolong pencerahannya. karena ini seolah bertentangan bagi saya.
Kalau anda percaya dengan God Theory, dan mencermatinya, maka takdir yg sudah ditentukan Tuhan sejak awal tidak lain adalah Tuhan itu sendiri. Pada akhirnya semua yang fana akan sirna kembali ke Zat Yang Maha Satu.
Sedangkan di dunia yagng fana ini, setiap manusia mampu merubah arah hidup. Karena manusia mampu. Karena manusia adalah manifestasi dari Tuhan.
Makanya saya katakan bahwa janganlah percaya pada doktrin agama begitu saja. Agama sudah banyak disesuaikan agar dapat dimengerti orang awam.
Kebenaran yang hakiki bukan berasal dari manusia lain, tapi dari Tuhan itu Sendiri.
semoga bahasan ini dapat menjadi jalan yg menghantarkan kita kepada kebenaran dan membawa manfaat untuk kita semakin mendekatkan diri kepadaNYA dan membuktikan bahwa manusia adalah khalifah yang pantas untuk bumi ini,menepis keraguan para malaikat dan menumbangkan keangkuhan dari sang iblis..amiin
Bro
sudah pernah baca buku ini
1. quantum ikhlas
2. Science and miracle of zona ikhlas
karangan Erbe Sentanu
kayaknya ini missing linknya
Salam
Tomi
waw, senang sekali saya menemukan yang seperti ini, mungkin saya sekarang sedikit lebih mengerti mengapa kita ini hidup. hhheeeeeeee.
aku adalah tuhan, dan kalian juga semua adalah tuhan. :D :D
Menurut saya, anda tidak bisa mengatakan bahwa kita adalah tuhan atau saya adalah tuhan. Dengan mengatakan seperti itu maka kita telah kafir. Tuhan adalah Maha Esa, independen. Bukan berarti karena kita ciptaan Tuhan atau menurut anda manifestasi Tuhan lalu kita menyatakan bahwa diri kita terdiri dari elemen atau unsur ke'tuhan'an, karena Tuhan(Allah SWT) adalah Dzat yang maha suci sedangkan manusia adalah berasal dari Dzat yang hina. Sebagai contoh sederhana: Manusia menciptakan mobil, mobil merupakan manifestasi dari keinginan manusia tetapi kita tidak bisa menyebut bahwa mobil adalah manusia atau bagian dari materi manusia..trims
Kalau setiap orang meyakini bahwa dirinya adalah tuhan atau manifestasi tuhan maka setiap manusia akan melakukan semua keinginannya berdasarkan hawa nafsunya..yang ahli ibadah akan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya sementara orang yang menuhankan iblis atau ahli maksiat akan selalu bekubang dalam kemaksitan dan kesesatan karena merasa benar akan tindakannya yaitu cerminan dari kemauan atau keinginan tuhan..apa yang ada dalam diri kita bukanlah bagian dari tuhan tetapi hanyalah ciptaan-Nya..kita diberi hati nurani yang akan selalu mengatakan bahwa yang benar itu benar dan yang salah adalah salah, tetapi bukan berarti kita boleh mengatakan bahwa nurani itu kita sebut bagian dari diri tuhan itu sendiri..coba bayangkan bagaimana dengan (maaf)orang gila atau tidak waras,dimana nilai ketuhanan mereka..?
istighfar lah memohon ampun kepada Allah SWT..
Terima kasih atas komentar anda. Saya selalu menghargai semua orang yang telah membaca blog saya.
Saya tidak menyalahkan pendapat anda meskipun kalau boleh saya menganggapinya kembali; Keimanan saya terhadap Sang Pencipta tidak cukup saya dapatkan dari doktrin agama. Menurut saya, agama adalah "organized faith". Sumber kebenaran yang Hakiki haruslah langsung dari Tuhan. Dan saya tidak perlu merasa bersalah dengan berpendirian seperti ini.
Satu-satunya perasaan bersalah saya dan membuat saya beristighfar sungguh-sungguh kepada Tuhan adalah saya merasa belum berbuat banyak untuk sesama manusia dan alam ini.
Kembali pada topik tulisan saya di atas. Saya mengulas isi buku "The God Theory". Sebagian isinya sangat pantas untuk mendapat perhatian serius dan membuat kita berpikir.
Di lain sisi, science juga telah sangat jauh dalam pencapaiannya dan seakan-akan berada di tapal batas realita yang hakiki. Kita tidak bisa mengesampingkan temuan-temuan menakjubkan yang juga membuat kita berpikir dan terperangah akan bagaimana sesungguhnya alam ini bekerja. Ini merupakan bukti symphony gegap gempita tarian kosmos - yang teratur dan patuh pada SATU hukum yang baku. Di sana kita temukan Keagungan, Kemegahan Keindahan, Keharmonisan apa yang kita sebut sebagai sebuah Maha Karya.
Kemudian semua itu kembali pada 'manusia'. Karena manusia ada untuk mempertanyakan persoalan itu.
Tanggapan:
Jika anda seorang muslim beriman maka keimanan anda(maaf)boleh dipertanyakan, sebab anda mengatakan bahwa" Keimanan saya terhadap Sang Pencipta tidak cukup saya dapatkan dari doktrin agama", padahal agama Islam yang di bawa Rasulullah Muhammad SAW adalah agama yang sempurna(QS. Al-Maaidah:3)tidak ada satupun kekurangan/keraguan didalamnya. Semua sudah tertuang dalam Al-Qur'an, sumber kebenaran yang hakiki karena datangnya langsung dari Allah SWT tinggal bagaimana kita bersungguh2 mengkaji isi dan maknanya.
'God Theory' yang menjadi referensi anda berasal dari penulis atau ilmuwan barat. Waktu telah membuktikan bahwa science yang berasal dari ilmuwan barat (misal Teori Darwin) tidak berhasil membuktikan bahwa manusia berasal dari ras kera. Bagaimana mungkin jaringan tubuh manusia yang rumit ini berevolusi dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, itu semua hanya HOAX yang sengaja diciptakan orang2 kafir untuk menjauhkan umat manusia kepada kekufuran (baca: buku2 karya Harun Yahya),bukankah orang kafir tidak senang kepada kaum muslimin hingga kita mengikuti ajaran/ideologi mereka..God Theory yang anda paparkan menurut saya hanyalah sebuah usaha untuk mendefinisikan/membayangkan/pencarian wujud Tuhan(statemen:kita adalah tuhan), sedangkan kita tidaklah mungkin bisa mencapai itu. Bukankah pernah anda ulas bahwa makhluk penghuni suatu langit tidak mungkin bisa melihat makhluk penghuni langit diatasnya tanpa mengubah wujud materinya. sedangkan langit sendiri adalah makhluk ciptaan-Nya. Dan suatu benda ciptaan tidaklah harus mengambil/berasal dari bagian diri(materi) penciptanya.
Lalu menurut saya Science juga belum mencapai puncak pencapaiannya berada di tapal batas realita yang hakiki karena pembuktian secara ilmiah yang dilakukan ilmuwan2 barat baru terjadi di abad-abad terakhir sedangkan A-Qur'an telah menceritakan berbagai kejadian alam luar biasa beribu tahun yang lalu dan belum semuanya berhasil di pecahkan secara ilmiah.
Kalau anda berpikir bahwa sciense/teknologi seakan-akan sudah mencapai puncak dan tapal batas itu semata hanya membuktikan kemampuan manusia yang terbatas( ruang dan waktu) sedangkan ilmu pengetahuan Allah SWT adalah jika seluruh isi alam semesta,bumi dan lautan dijadikan tinta untuk menuliskannya maka tidak akan pernah cukup.
maaf klo terlalu panjang..
Haloo teman2, berikut saya temukan link yang mengulas tentang Tuhan dari pemikiran pendekatan yang lain.
http://www.faktailmiah.com/2012/02/24/tuhan-dan-sains-modern-part-4-argumen-kosmologis.html
Kalau iman anda kuat, maka seharusnya tidak perlu merasa terusik atau khawatir bahwa apa yang anda yakini dapat goyah karena segelintir orang seperti saya membahasnya.
Prinsip inilah yang saya pakai. Bagi sebagian (segelintir) orang seperti saya, merasa perlu mempertanyakan hal-hal mengenai Ketuhanan. Apakah kemudian saya menjadi kafir? :-)
Science itu juga hukum yang berasal dari SATU sumber. Anda membaca kitab suci (saya pun begitu) dan saya membaca kitab lainnya juga yaitu "alam" itu sendiri.
Sekeping mata uang, memiliki dua sisi. Anda berada di sisi yang satu. Tapi anda harus mengakui bahwa ada sisi lainnya. Salahkah saya bila mengkaji keduanya?
Di tahun 1998, Saya melakukan banyak interview kepada pendidik agama (dosen, uztad agama Islam). Pertanyaan yang ingin saya dapatkan jawabannya adalah satu hal; "Mengapa alam semesta ini begitu luasnya? untuk apa?"
Dari sekian banyak merespon, "Itulah Kekuasan Allah". Bagi saya itu adalah jawaban satu sisi mata uang. Itu tidak menjawab pertanyaan saya. "Lalu mengapa harus begitu luasnya?"
Jawaban lainnya, "Agar manusia melihat betapa Maha Besarnya Allah SWT." Sekali lagi saya masih mempertanyakan pertanyaan yang sama, "Mengapa harus seluas ini?"
Barulah dari sekian orang, hanya ada satu orang yang membuat saya terperangah dan terus memikirkannya dan menjadi motivasi saya untuk lebih memupuk keyakinan saya dan Keimanan saya kepada Allah yang MAHA BESAR itu melalui Science.
Sekeping mata uang itu bersumbar dari ZAT yang MAHA SATU. Mereka yang disisi sebelah lainnya belum tentu KAFIR dalam definisi yang obyektif.
Bila anda mengatakan bahwa orang selain Islam adalah Kafir, maka anda tidak mungkin bisa melihat alam ini secara keseluruhan. Dan Anda merasa terusik bila ada orang (saya) yang mempertanyakan/membahas ciptaan Allah secara keseluruhan. dari string terkecil hingga bintang terjauh.
Saya akan meminum setitik tinta dari lautan luas di hadapan saya daripada tidak saya minum sama sekali.
Seorang menjawab, "Anda tidak perlu mencari sejauh itu. Semuanya ada di Alquran." Lalu saya kembali bertanya padanya, "Tunjukkan saya dan jelaskan dalam bahasa science."
Ia membalas, "Mohon ampunlah kamu karena meragukan Firman Allah."
Salahkah saya bila saya bisa membuktikan secara logika bahwa semua firman Tuhan itu BENAR secara alamiah? Lalu mengapa saya diminta memohon ampun?
Sekali lagi, Saya dan anda adalah sejaan. Anda boleh mengatakan bahwa saya membuang-buang waktu mencari sesuatu yang terlalu jauh padahal jawabannya sudah ada di dalam Alquran. Yah. saya pun tidak mengelak bila anda mengatakan itu. Saya memang ingin tau. Bagaimana Matematika mampu menjamahnya.
Saya katakan bahwa Science telah dalam pencapaiannya yang tertinggi ini benar sekali. Karena science sudah dihadapkan pada teori yang dianggap benar tapi TIDAK bisa DIBUKTIKAN secara eksperimen dan observasi.
Science sudah mengetuk suatu pintu keyakinan. Yang ada hanya FAITH. Ini malapetakan bagi science. Bagaimana suatu komunitas ilmiah - para ilmuwan dihadapkan dengan teori yang hanya bisa DIYAKINI, tanpa pembuktian melalui eksperimen?
Bagi saya di sinilah dimana mereka juga harus melihat sisi mata uang lainnya bahwa mereka harus mencari petunjuk di Kitab suci.
---Bersambung di bawah…
Jadi anda tidak perlu khawatir. Tuhan hanya satu. Dan ia mengizinkan manusia untuk menjelajahi alam ini hingga menemukan jawaban yang nantinya akan bertemu di satu titik; yaitu TUHAN itu sendiri.
Lalu apa jawaban sang Uztad terhadap pertanayan saya yang hingga kini membuatnya sangat terhormat di mata saya?
Ia menjawab, "Allah menciptakan alam yang begitu luasnya ini sebagai antisipasi kemampuan ciptaanNya."
Allah SWT yang MAHA SATU, MAHA BESAR, MAHA KUASA, PENGASIH dan PENYAYANG menciptakan manusia, dan manusia bertanya untuk apa kami diciptakan. Dan Ia tau bahwa manusia akan terus menjelajahi alam ini tanpa bisa dibendung selain oleh Tuhan sendiri.
String/M-Theory dengan 11 dimensi raung-waktunya membuka mata banyak orang betapa anehnya alam semesta ini. Alam semesta berlapis, Big Bang yang tidak lagi mejadi sebuah momen penting - momen penciptaan. ALam semesta tanpa awal dan tanpa akhir. Mengapa kok begini? Gereja Vatikan menentang alam tanpa pentiptaan. Tapi science mengatakan lain. Lalu apakah ini tidak membuat kita menjadi bertambah penasaran?
Saya termasuk orang yang sangat bersemangat bagaimana bisa ada penciptaan tanpa moment penciptaan di waktu lalu?
Mungkin kita harus mecari tau definisi "Waktu" itu sendiri. Adalah di Alquran? ADA!
Silahkan anda baca tulisan saya berjudul, "The Grand Design".
Apakah anda membenci Hawking? Saya justru berterima kasih padanya karena mendekatkan kita ke suatu kebenaran yang hakiki.
:-)
Salam dari saya.
Erianto
Dan mengenai God Theory, seperti teori-teori lainnya. Jika teori itu salah, apakah kita akan mengatakan bahwa, "usaha yang sia-sia, seandainya mereka beriman pada Alquran, mereka akan tau kebenaran sejak dini dan tidak membuang waktu percuma."
Jika M-Theory pun terbukti salah, maka itupun tidak menjadi problem besar. Proses yang ditempuh selama inilah adalah ciri khas dari manusia. Kita memang diciptakan seperti ini, selalu bertanya dan berteori kemudian teori itu diuji dan dijatuhkan dengan pemahaman yang lebih baru dan dewasa.
Sampai kapan? selama manusia ada.
Di komunitas Islam pun mereka giat melakukan pengkajian akan Ketuhanan dan penciptaan. Dalam Islam Sufi dikatakan Allah menciptakan alam, yang diciptakanNya pertama kali adalah "Nur Muhammad".
Pernyataan ini sama dengan yang ada di agama lain.
Tidakkah ini menarik bagi anda? Jika tidak menarik bagi anda, ya tidak apa-apa. Tapi anda harus mengakui bahwa hal semacam ini sangat menarik bagi yang lain. Ini adalah misteri Illahi yang harus mendapatkan perhatian. Manusia akan terus bertanya. Apakah jawabannya akan dapat dibuktikan, tidak menjadi soal besar.
Yang pasti. bagi saya, jika kita bisa menjelaskan kebenaran dengan bahasa science, itu akan lebih baik dari pada hanya mengatakan, "ya itulah yang benar, kau harus mengimaninya secara mutlak tanpa syarat."
Salam,
Erianto
Kalimat "saya adalah Tuhan dan anda semua adalah Tuhan".
ini adalah suatu halusinasi bahasa.
Bila di baca oleh org awam tanpa menggunakan kebijakan,maka org awam trsebut dpt terjerumus kepada kemusyrikan. . .
Saya selaku ssorang yg baru berkunjung,mohon kepada anda dalam kalimat "saya adalah Tuhan dan anda semua adalah Tuhan" untuk menggunakan susunan bahasa yg lebih mudah di cerna untuk org awam agar tdk terjadi kesalahpahaman. . .
Sallam
Terima kasih atas kunjungan anda dan sudah membaca blog saya. Saya juga sangat menghargai pendapat dan saran yang anda ajukan.
Namun sebelumnya saya mohon maaf, karena saya tidak berniat merubah kalimat di dalam blog ini, hingga saya merasa perlu dengan alasan yang saya anggap tepat. Blog ini mungkin memang selalu akan tidak tepat di hati para pembaca "awam".
Selalu menarik mengikuti diskusi antara sudut pandang agama dan sains mengenai alam semesta dan Tuhan.
Namun diskusi tersebut sulit untuk mencapai titik temu, karena metode agama dan sains saling bertolak belakang.
Agama: dimulai dengan keyakinan mutlak terhadap kitab-kitab suci dan tidak ada ruang untuk mempertanyakan isinya, apalagi mengkritisi dan revisi. Sains: tidak dimulai dari keyakinan, tapi dimulai dari keragu-raguan kemudian membangkitkan rasa ingin tahu yang besar dan mendorong melakukan riset ilmiah agar mendapatkan jawaban. Seperti telah disebut oleh Eri, jawaban (teori) sains tersebut tidaklah mutlak, karena akan ada revisi dan koreksi berdasarkan perkembangan sains dan temuan-temuan baru. Jarang rumusan/teori sains yang melompat atau keluar begitu saja dari seorang ilmuan tetapi teori yang ada sekarang adalah evolusi, revisi/koreksi dan riset ulang dari teori2 ilmiah sebelumnya.
Ketika sains belum berkembang seperti sa'at ini, Agama sebagai institusi, mempersonifikasi sifat-sifat Tuhan (penyayang, pemberi rezki, pengampun hingga pemarah) agar mudah dipahami oleh umatnya. Nah, selanjutnya sains telah banyak menguak fenomena alam ini menjadi lebih detil, sangat luas dan mulai tidak "match" lagi dengan isi tulisan kitab suci. Plus, artikulasi yang dipakai kitab suci ditujukan bagi orang-orang dulu (ketika sains belum semaju sekarang, dimana Bumi pun masih dianggap datar pula oleh kebanyakan orang2 dulu).
Agama menginginkan kepatuhan umat kepada Tuhan yang telah tersurat di kitab suci dengan ancaman (dosa & neraka) dan imbalan (pahala & surga). Sains menguak fenomena alam dengan ilmiah dan telah memberikan kenyamanan kehidupan manusia dengan temuan2 teknologi(sains terapan). Sains akan menjadi perkakas "problem solving' terhadap kemalangan (baik bencana alam atau human error sendiri).
Nah, jadi mau lihat 'Tuhan' dari sisi mana?
salam
Post a Comment