Senin, 12 Oktober 2015

The Noble Paths






Edisi 1

Seorang pembaca setia blog saya bertanya kepada saya, "Bagaimana agar saya bisa hidup di dunia dengan segala kebutuhan keduniawian, seperti mencari uang untuk menafkahi anak dan istri, tetapi tanpa kemelekatan terhadap duniawi?"

Pertanyaan yang sangat bagus. Saya ingin mengulasnya di sini karena mungkin pembaca lain juga memiliki petanyaan serupa. Sudah waktunya topik ini saya angkat. Semua tulisan-tulisan saya menceritakan kebenaran, namun belum satupun membahas topik mengenai bagaimana melakukan itu semua di kehidupan kita sehari-hari.

Serupa juga dengan pertanyaan seorang sahabat lain, "Bagaimana melakukan Ibadah dan pekerjaan dalam satu kesatuan? Bagaimana beribadah dan bekerja secara bersamaan?"
Kedua pertanyaan di atas memiliki esensi yang sama.

Jika anda bertanya kepada seorang pemuka agama, ia akan memberikan jawaban sesuai agamanya. Pada prinsipnya setiap agama akan menawarkan jawabannya masing-masing. Semuanya benar dan baik. Jadi terserah anda untuk mengkajinya sendiri. 

Bila anda bertanya kepada saya, dibawah ini adalah jawabannya.


Know the Truth

Landasan dari segalanya adalah pengetahuan akan kebenaran yang hakiki. Tanpa pengetahuan yang benar, maka perjalanan anda berhenti di sini. Jawaban yang anda cari tidak akan anda temukan. Anda bisa saja mendengarkan anjuran-anjuran yang ditanamkan kepada anda dan melaksanakan semua anjuran itu, dan anda mengira sudah berada di jalan yang benar. Anda merasa tenang dan bahagia karena sudah melakukan semua rukun-rukun itu. Bagi anda itu sudah cukup.

Tanpa mengetahui makna sesungguhnya dari apa yang anda lakukan, maka apa yang anda lakukan itu semu. Ketenangan dan kebahagian yang anda rasakan adalah semu belaka.
Apa yang anda rasakan ketika anda memberikan sebagian harta anda kepada orang miskin yang membutuhkan? Anda mungkin berpikir, "Aku sudah melakukan apa yang diajarkan kepadaku, seuatu kebaikan. Dan aku mendapatkan pahala." Kejadian itu berlalu begitu saja tanpa makna. Anda tidak tau apa yang terjadi sesungguhnya. Apakah yang anda lakukan itu salah? Tidak. Apa yang anda lakukan itu benar dan baik, tetapi tanpa mengetahui kebenaran yang hakiki di balik kejadian itu, maka kejadian itu tidak bermakna. Tanpa mengetahui makna yang sesungguhnya maka apa yang terjadi adalah semu belaka.

Di dalam semua tulisan saya, hanya satu yang saya bicarakan, yaitu Keesaan Tuhan. Tauhid. Oneness. Tuhan adalah Satu. Tidak ada Tuhan selain Tuhan. Inilah kebenaran yang hakiki. Tidak ada kebenaran lainnya yang lebih penting dari ini. Saya tidak pernah bermaksud menyampaikan doktrin. Saya berharap anda bisa menyimpulkannya sendiri dari dalam hati anda. Karena hanya dengan begitu anda akan benar-benar menjadi orang yang "tau".

Sang penyihir berseru kepara Rosul, "Tau-lah!" Seruan itulah yang pertama kali disampaikan kepada sang Rosul. Bukan seruan lainnya. Karena segalanya dimulai dari "Tau". Tau adalah dasar dari segala-galanya. Tau adalah dasar dari perjalanan spiritual setiap manusia.

Tuhan adalah Satu. Kita tidak bisa menyebutkan bahwa "Tuhan hanya ada satu", namun yang benar adalah Tuhan adalah Satu. Tuhan adalah medium atau tempat dimana seluruh alam ini eksis. Seluruh alam, seluruh ciptaan, eksis di dalam Tuhan. Seluruh alam ini satu dalam Tuhan. Bagaikan zat yang sedang bermimpi, maka jadilah alam ini dengan segala isinya, semua makhluk, termasuk manusia. Kita semua adalah mimpi-Nya.

Dengan demikian, hanya Tuhan-lah yang nyata. Sedangkan alam ini adalah ilusi. Alam ini maya, tidak nyata. Yang nyata hanyalah Tuhan. Tuhan juga tidak memerlukan ruang dan waktu untuk eksis, karena semua ciptaan-Nya eksis pada-Nya, termasuk ruang dan waktu itu sendiri.

Lalu, dimanakah Tuhan? Pertanyaan ini adalah sebuah pertanyaan yang mengecoh. Manusia sudah terlalu lama terbelenggu doktrin materialistis, dengan kemampuan otak terbatas, manusia selalu mengasosiasikan segalanya dalam wujud yang dianggap nyata agar bisa diyakini. Hampir semua orang membayangkan Tuhan berada di suatu tempat, di sebuah singgasana, di atas dari segala yang teratas. Dan Tuhan mengawasi kita semua dari sana. Apakah Tuhan harus berwujud agar Ia eksis? Apakah Tuhan memerlukan tempat untuk eksis? Saat kita mempersonifikasikan Tuhan seperti itu, maka kita melakukan kesalahan yang mendasar. Selama anda masih memiliki pandangan ini, maka perjalanan anda berhenti sampai di sini.

Tuhan adalah seluruhnya. Semua adalah Tuhan. Semua adalah Satu. Kita satu dalam Tuhan. Yang nyata hanya Tuhan. Tidak ada apapun selain Tuhan.
Inilah ilmu Ke-Esa-an Tuhan.

Jika anda sudah mencapai pada pengakuan akan kebenaran ini, maka anda termasuk salah satu dari mereka - manusia-manusia yang tercerahkan. Semuanya berawal dari sini. Hal ini merubah anda secara fundamental, merubah anda seutuhnya.

Sang Penyihir hanya mampu menyerukan "Tau lah!" Anda yang harus melakukan pengakuan itu sendiri, dari dalam diri anda sendiri, tanpa bantuan atau dorongan dari siapapun. Hubungan anda dan Tuhan adalah hubungan yang langsung, pribadi, intim, tanpa perantara apapun. Jika anda meletakkan sesosok perantara di antara anda dan Tuhan, maka perjalanan anda harus berhenti sampai di sini.

Dan saya hanya mampu mengatakan kepada anda betapa pentingnya pengetahuan ke-Esa-an Tuhan ini bagi anda. Tidak ada yang lebih mendasar dari ini. Tidak ada yang lebih penting dari ini. Semuanya akan terjawab. Semuanya akan bermakna. Anda akan memahami setiap tindakan yang anda lakukan. Makna yang sesungguhnya. Makna yang hakiki.

Sebuah perbuatan baik yang mungkin sering kita lakukan seperti memberikan sejumlah harta kepada orang miskin, seperti ilustrasi yang saya sebutkan di atas akan memiliki bobot baru. Anda bisa membuktikannya sendiri. Ada "rasa" di sana. Rasa yang membuncah seperti air yang memenuhi wadahnya, tumpah membasahi anda. Sejuk sampai ke dalam hati, cahaya terpancar dari seluruh penjuru alam menyinari hati anda yang sudah terang menjadi lebih terang. Anda menyalurkan cahaya kasih Tuhan kepada orang lain. Dan anda tau betul bahwa orang itu jugalah anda sendiri. Anda adalah Dia dan dia adalah Anda. Semuanya satu. Satu dalam Tuhan. Anda mengenali dia sebagai Dia, dan Dia sebagai anda. Yang tak terlihat menjadi terlihat. Yang kecil menjadi sangat bermakna. Ada jaringan kesadaran antara anda dan orang itu, dan seluruh alam ini.

Kau tertunduk dengan penuh kerendahan hati. Tidaklah lagi kau berjalan di muka bumi ini dengan kesombongan. Kau telah mengetahui.
Ketika sang Rosul menjadi seorang yang "Tau", maka seluruh alam berada di sisinya. Kesadaran Tuhan adalah kesadarannya juga. Ia mengerti segala-galanya. Setiap tindakannya adalah tindakan-Nya. Setiap ucapannya adalah ucapan-Nya.

Buddha mengajarkan; Hidup adalah penderitaan. Penderitaan disebabkan dari kemelekatan terhadap keinginan duniawi. Penderitaan bisa diakhiri dengan melepaskan kemelekatan itu. Dan cara mengakhiri penderitaan adalah dengan melakukan delapan perbuatan mulia (The Noble Eight fold Paths).


Right Intention (Samma Sankappa)
Maksud/Niat yang baik
Is your intention noble?
Muliakah niatmu? 
Tanyakan pada diri anda sendiri apa yang terbaik untuk anda? Kebaikanmu adalah kebaikan Tuhan. Karena Dia adalah seluruh alam ini tanpa kecuali. Yang terbaik adalah kebaikan untuk seluruh alam. Bertanyalah pada Tuhan. Sambil memejamkan mata, sentuhlah dadamu, rasakan Dia di dalam hatimu. Niatmu adalah niat-Nya. Niat yang baik.
Sang Rosul bertanya pada Tuhan. Tuhan berfirman kepadanya.

Maksud yang baik atau niat yang baik adalah yang dilakukan untuk kebaikan orang lain, untuk pengaruh yang lebih besar, masyarakat, seluruh umat manusia, seluruh alam. Niat yang baik ini mengalahkan ego anda. Kalahnya ego berarti lunturnya kemelakatan anda terhadap duniawi.

Bisakah hidup bahagia dengan niat baik seperti itu? Tentu saja. Selama ini anda mungkin sempat memiliki pemahaman bahwa kebahagiaan memerlukan pondasi yang cukup, yaitu uang atau harta, karena kebahagiaan sangat erat hubungannya dengan kesejahteraan. Saya tidak mengatakan bahwa manusia tidak memerlukan uang sama sekali untuk hidup, namun kita hanya perlu uang dalam jumlah yang cukup. Selebihnya bukan milik kita. Anda bisa membuktikannya sendiri. 

Ada suatu momen di dalam hidup kita dimana kita merasa uang bukan segalanya. Apapun pekerjaan kita  berapapun besarnya penghasilan kita, harta kita, hanya akan memiliki makna bila diniatkan untuk kebaikan sesama. Harta adalah kemelekatan duniawi. Jumlahnya yang lebih besar dari "cukup" adalah jangkar jiwa kepada dunia. Lepaskanlah dan jadikan diri anda bebas dari belenggu itu. Bantulah orang lain yang membutuhkan. Tidak ada yang nyata selain Tuhan. Ciptakanlah jaringan kesadaran di antara sesama manusia. Pancarkan cahaya cinta dan kasih Tuhan. Berbahagialah selalu, bahagia adalah sekarang, selalu penuhi hidup dengan rasa syukur. Anda akan mendapatkannya lagi dan lagi.

Sebuah pelita yang pancaran cahayanya menerangi banyak penjuru ruangan akan menerangi mereka yang membutuhkannya. Dan mereka akan menjaga agar cahaya itu tetap bersinar. Tidak perlu anda resahkan bagaimana menjaga pelita agar tetap bersinar, karena sinar itu akan terpantulkan kembali kepada anda. Hal ini terjadi secara alamiah.

Rasa adalah bahasa Tuhan. Rasamu adalah doamu. Tuhan adalah seluruh alam ini. Rasamu adalah Rasa-Nya. Jika anda merasa bahagia, maka kebahagiaan akan terus menyertai anda. Kebahagiaan tanpa kemelekatan.

Human is agent of creation. Manusia adalah agen penciptaan. Manusia memiliki kekuatan untuk mejadikan sesuatu yang tidak berarti menjadi berarti. Dari bentuk yang tidak memiliki manfaat menjadi suatu bentuk yang bermanfaat bagi anda sendiri dan orang lain. Saat berkarya, maksudkanlah karya itu hanya untuk sesuatu yang baik bagi sesama.


Right Speech (Samma Vaca)
Ucapan yang benar
Is your speech noble?
Muliakah ucapanmu? 
Jalinan kasih Tuhan, hubungan rasa dengan sesama manusia tidak akan terjalin bila anda mengucapkan kata-kata yang tidak baik kepada orang lain atau menyakiti perasaan orang lain. Manusia berkomunikasi dengan bahasa. Jadikanlah bahasa sebagai alat penguat jaringan kesadaran. Ucapkanlah kejujuran, kebaikan, dan muati energi positif pada setiap ucapan.

Tersenyumlah dan rasakan reaksi kasih Tuhan dari orang lain yang tersenyum kepada anda. Siapapun mereka, tanpa ada perbedaan gender, usia, suku, ras, bahasa. Semuanya sama.

Anda yang sudah mengakui akan kebenaran yang hakiki, akan menjadi awas terhadap setiap ucapaan anda. Karena ucapan adalah media penciptaan. Ada sebentuk energi yang mengalir dari anda ke orang lain. Energi yang positif akan berbuah hasil yang positif. Dan bila hasil itu adalah untuk orang lain maka anda akan bebas dari kemelekatan duniawi.


Right Action (Samma Kammanta)
Tindakan yang benar
Is your action noble?
Muliakah tindakanmu? 
Perbuatan yang baik adalah yang anda lakukan bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk orang lain. Anda adalah orang yang sukses dalam karir, anda adalah seorang seniman, anda adalah seorang dokter, dan lain sebagainya, tanggalkan kemelekatan perbuatan anda untuk berbuat demi kebaikan sesama, dan seluruh alam ini. Anda akan menyadari bila suatu perbuatan dihasilkan atau berupa rantaian dari sumber yang tidak baik, hindarilah perbuatan itu.

Tindak-tanduk, perilaku, sikap yang baik yang benar adalah yang selaras dengan alam. Alam akan merespon semua perbuatan anda dengan rasa. Bila benar, anda akan merasakannya. Bila salah anda pun akan merasakannya. Bila anda bersalah, anda harus segera meminta maaf. Dan maafkanlah semua orang yang telah berbuat salah kepada anda sesegera mungkin. Walaupun orang itu sudah tiada.


Right Livelihood (Samma Ajiva)
Penghidupan yang benar
Is your livelihood noble?
Muliakah penghidupanmu? 
Berpenghidupan yang benar dan baik. Kita semua mengalami dilema ini. Bagaimana kita bisa melakukannya? Bagaimana anda bekerja? Dimana anda bekerja? Apakah pekerjaan anda dilandasi suatu pondasi kebaikan dan kebenaran yang selaras dengan alam? Pekerjaan seperti apa yang baik itu?

Hindarilah pekerjaan yang mengutamakan ego dari sang pemilik. Hindari berkata dusta mengenai produk yang anda jual. Anda harus pintar, cermat, cerdik, tetapi tidak sekalipun mengatakan sesuatu yang tidak benar adanya. Ketenangan hidup didapat dari kebaikan yang anda lakukan sehari-hari. Dari mana dan bagaimana anda mendapatkan harta anda selama ini? Apakah upah yang anda dapatkan itu halal? Apakah harta itu benar-benar hak anda?

Mulailah melihat hal-hal itu. Bersihkan apa yang kotor. Buang semua yang kotor, karena harta yang tidak halal melekatkan anda kepada duniawi. Melekatkan anda pada ilusi dunia. Jadikanlah apa yang anda usahakan adalah untuk kebahagiaan orang lain yang menikmatinya. Anda tidak butuh pujian. Anda hanya perlu bersyukur bila orang lain pun bersyukur. 

Hiduplah dengan baik, benar, bersahaja, bersih. Jagalah kesehatan jasmani dan rohani. Jauhi kegiatan-kegiatan yang merugikan. Jadilah pegawai dari suatu perusahaan yang usahanya dilandasi kebaikan untuk sesama, untuk alam. Jadilah pengusaha yang semua karya dan produk yang anda jual dibuat dari bahan-bahan yang baik. Tidak merugikan alam dan membawa kebahagiaan untuk orang lain.


Right Effort (Samma Vayama)
Usaha yang benar
Is your effort noble?
Muliakah usahamu?
Dengan landasan pengetahuan kebenaran yang hakiki, maka usaha yang anda lakukan secara otomatis menjadi ibadah anda. Kapanpun, dimanapun. Inilah jawaban dari pertanyaan kebanyakan orang; bagaimana membuat ibadah dan pekerjaan menjadi kesatuan - ibadah adalah kerja dan kerja adalah ibadah? Saya harap sekarang anda sudah mengerti jawabannya. Dan hal ini tidak akan terjadi bila ada salah satu dari poin-poin di atas yang anda lewatkan.

Di group Human-Earth, saya pernah mengangkat topik mengenai Filosofi Tumpeng. Tumpeng adalah budaya tanah air kita yang memiliki makna luhur yang sangat dalam. Tumpeng adalah sebuah Talisman yang selalu mengingatkan kita akan arti kehidupan kita sekarang dan masa datang.
Tumpeng adalah nasi yang dibentuk kerucut dengan ukuran tertentu, diletakkan di sebuah nampan besar berbentuk lingkaran. Di bawah banyak disusun lauk pauk yang lezat-lezat. Semakin ke atas, lauk-pauk itu berkurang, dan pada ujungnya hanya tersisa nasi saja. Tumpeng biasanya disiapkan dalam acara syukuran suatu keluarga atau komunitas. 
Dalam ritualnya, seseorang yang muda memotong pucuk tumpeng yang hanya nasi saja itu, meletakkannya ke piring, dan memberikannya kepada seorang yang dituakan, seorang pemimpin, seorang yang dianggap paling bijak. Apakah anda bertanya-tanya, mengapa? Hal ini adalah sebuah simbol bahwa seseorang yang telah mencapai wisdom/kearifan yang tinggi, seorang yang disegani karena ilmunya, disegani dan dihormati karena kepemimpinannya dalam suatu lingkup masyarakat, tidaklah lagi memikirkan hal-hal duniawi. 
Semakin tinggi tingkat kearifan seseorang, maka ia tidak membutuhkan apa-apa lagi. Pernak-pernik kehidupan yang disimbolkan dalam bergelimpangnya lauk-pauk beraneka ragam bukanlah tujuan hidupnya. Yang ia pikirkan hanyalah masyarakatnya. Dan hubungan tertinggi baginya adalah hubungan langsung antara ia dan Tuhannya.  
Masyarakat di bawah menikmati lauk-pauk yang mewah itu, karena mereka membutuhkan semua itu demi membangun tumpeng yang lebih besar dan lebih tinggi di kemudian hari. Tumpeng adalah simbol kearifan dan kebersamaan. Semua dihasilkan dari kepemimpinan yang baik dan benar, dalam satu wadah kebersamaan, adil, dan merata. Hal inilah yang  seharusnya terjadi di mayarakat kita. Di negara kita. Di semua komunitas manapun di dunia. 
Anda pun bisa mengatakan, bahwa semakin tinggi tingkat kesadaran seseorang, maka semakin ia tidak memiliki apapun lagi di dunia ini. Yang terpenting adalah hubungannya dengan Tuhan. 
Cucu yang menyendokkan potongan pucuk tumpeng ke dalam piring, sebelum ia menyerahkan piring berisi nasi itu kepada sang kakek, ia menambahkan sedikti lauk-pauk di dalamnya. Lalu ia berikan piring itu kepada kakek dengen rasa hormat yang dalam. Sang kakek berdiri dan menerima piring itu dengan rasa syukur. Kakek tidak pernah meminta. Nasi dan tambahan lauk-pauk yang hanya secukupnya itu adalah pemberian tulus, simbol dari rasa terima kasih dan syukur tak berhingga dari seluruh anggota keluarga. 
Sebentuk senyuman tulus dari orang lain, dari anak, dari istri atau suami, jauh lebih tinggi artinya ketimbang hadiah materi.


Right Mindfulness / Awareness (Samma Sati)
Kesadaran / ke-awas-an yang benar
Is your mindfulness noble?
Muliakah kesadaranmu?
Setelah anda membaca semua tulisan saya sampai di sini, saya ingin bertanya, dimanakah Tuhan berada? Apakah pertanyaan ini masih penting? Ya dan tidak. Kita sekarang sudah mengakui bahwa Tuhan adalah semuanya. Dan Yang Semua itu adalah Satu. Jadi, kemanapun kita melihat selalu ada wajah Tuhan di situ. Tetapi alam ini hanyalah ilusi. Bagaimana melakukan hubungan langsung dengan Tuhan yang Nyata?

Tuhan tidak relevan terhadap ruang dan waktu, maka apa yang kau tanyakan tersebut memiliki jawaban tanpa ruang dan waktu. Seperti bandul yang berayun, maka ayunan itu adalah ilusi. Yang nyata hanyalah jika bandul itu diam di titik terendahnya. Waktu berhenti di titik itu. Di situlah anda harus memposisikan diri. Maka Buddha mengajarkan agar kita memiliki kesadaran konstan di setiap momen waktu, yaitu "Sekarang!"

Tidak ada satu momen waktupun yang terlewat. Syukuri selalu apa yang anda miliki saat ini. Yang terpenting adalah sekarang, bukan yang lalu, bukan yang nanti. Tetapi sekarang, detik ini juga. Inilah suatu bentuk kesadaran yang tinggi. Dengan cara ini akan tampak yang selama ini tak tampak. Akan terdengar yang selama ini tak terdengar. Kita akan menjadi manusia yang "aware" atau "awas" terhadap alam sekitar. Tidak akan ada satu jeda waktu di dalam hidup kita yang kita lewati begitu saja. Kita akan secara perlahan memahami kejadian alam, dan memahami pesan-pesannya. Karena dengan awas ini, "rasa" akan menjadi lebih aktif. Rasa adalah indera spiritual yang menghubungkan kita dengan alam secara utuh. Rasa adalah bahasa Tuhan.

Saya ingin membahas sedikit mengenai Keadaran. Saya ambil dari tulisan saya dari sebuah topik di group;

KESADARAN (Consciousness). Dikutip dari Human Earth group, 15 September 2015
Apa itu Kesadaran?
Kita mulai dengan membayangkannya seperti ini;
 
Tubuh manusia terdiri dari milyaran sel. Setiap sel punya tugas masing-masing. Tidak ada satu sel pun yang tidak berfungsi. Sel-sel di jantung tau tugasnya untuk meregulasi aliran darah ke seluruh tubuh. Sel-sel di paru-paru tau akan tugasnya dalam meregulasi aliran udara masuk dan keluar dan pemanfaatannya untuk tubuh. Sel-sel di tenggorokan tau tugasnya untuk menelan makanan dan mengalirkannya ke lambung. Sel-sel di lambung juga tau akan tugasnya masing-masing untuk mengolah makanan. Dan masih banyak fungsi-fungsi organ tubuh lainnya yang tersusun dari ribuan, jutaan sel yang masing-masing tau tugasnya. 
Bagaimana mereka tau? Kita menjawab, Otak yang mengaturnya. Darimana otak tau? Semua itu berjalan dengan sendirinya. Benarkah berjalan dengan sendirinya? Perlukah kita berpikir untuk memerintah atau mengatur perilaku sel-sel tubuh kita? Tidak. Sel-sel itu seolah-olah sudah tau sendiri tanpa kita harus berpikir. Apakah ini? Instinct? ya. Tapi apakah Instinct itu? Mengapa ia tau secara naluriah bahwa itulah tugasnya? 
Tubuh kita adalah sistem super besar dan hebat yang berjalan dengan sendirinya sejak kita lahir. Inilah yang disebut dengan kesadaran.
Kita hanya berniat, misalkan, "makan". Maka seluruh tubuh akan sudah tau apa yang harus dilakukan. Mulut akan basah oleh liur ketika menerima makanan yang datang, tenggorakan otomatis meneruskan makanan ke lambung. Lambung juga otomatsi melakukan tugasnya mengolah makanan. Semuanya terjadi hanya karena kita berpikir "makan".
 
Kita tidak perlu mengatur setiap sel di setiap organ tubuh kita untuk bergerak/bekerja ketika kita makan. Kita cukup berpikir/niat "makan". Sudah cukup. Seluruh sel tubuh melakukan tugasnya secara otomatis. Inilah yang disebut dengan kesadaran. Karena hal ini terjadi terus sehari-hari sepanjang hidup, kita tidak pernah memikirkannya dengan detail. Semua terjadi otomatis. Tidak perlu dipikirkan leih jauh. Kita tidak terlalu perduli akannya. Tetapi inilah kesadaran. Inilah Consciousness.
Lalu apa yang selalu disebut-sebut orang (termasuk saya sendiri), "Kesadaran yang lebih tinggi", atau "meningkatkan kesadaran"?
Apa maksudnya dan apa manfaat dari mengolah kesadaran?
 
Kesadaran yang lebih tinggi dicapai dengan pengetahuan yang hakiki. Jika kau lebih tau, maka kau memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi dari sebelumnya. Lalu apa itu sebenarnya? Bagi saya dan sebagian dari orang tentu tidak cukup hanya ditutup sampai di sini. Masih ada pertanyaan, "Apakah itu?", "Lalu terus bagaimana?", "Lalu terus mengapa?", "Apa manfaatnya, apa pengaruhnya?" 
Kesadaran manusia yang secara otomatis mengatur seluruh kerja setiap sel-sel di tubuh adalah energi atau entity yang hidup. Di dalam mysticism, semua di alam ini adalah energi. Dan energi itu hidup. Tidak ada makhluk di alam ini yang tidak dikatakan makhluk. Semuanya adalah makhluk. Dan setiap makhluk saling berinteraksi satu sama lain. inipun terjadi tanpa harus dipikirkan oleh siapapun. Inilah Kesadaran alam semesta. Semua entity, semua obyek di alam ini bergerak teratur sesuai "kesadaran" alam semesta. Kesadaran itu adalah hukum alam. 
Dengan "Tau" lebih banyak, Tau mengenai hukum alam, tau akan kebenaran yang hakiki, maka kesadaran kita juga akan berpengaruh di alam. Saling berinteraksi. saling mempengaruhi. Kesadaran yang tadinya hanya berperan di dalam tubuh fisik, terbatas oleh jasad kita saja, merambah ke luar dari jasad ini, dan mulai mempengaruhi dan berinteraksi dengan kesadaran alam semesta.
Semakin banyak yang kita tau, yaitu semakin tinggi kesadaran kita, semakin luas pula interaksinya dengan alam sekitar. Sejauh apa pengaruh yang bisa dicapai? tak terhingga. Kita adalah SATU di alam semesta, maka kesadaran kita yang ada di dalam jasad juga sama dengan kesadaran seluruh alam semesta. Micro cosmos adalah macro cosmos. Kita hanya perlu "tau" hal itu, maka terjadilah.
 
Jika kesadaran kita secara otomatis mengatur seluruh sistem di dalam tubuh kita, bagaimana jadinya jika kesadaran kita berpengaruh di luar tubuh kita dan mempengaruhi alam semesta ini? Silakan direnungkan.

Right Concentration (Samma Samadhi)
Konsentrasi yang benar
Is your concentration noble?
Muliakah konsentrasimu?
Konsentrasi yang dimaksud di sini adalah konsentari di dalam meditasi. Dalam meditasi, kita diharuskan memegang kontrol dari seluruh tubuh kita, melepaskan semua pikiran duniawi untuk bisa fokus di titik nol, titik terdalam. Ketika seluruh tubuh berhenti bergerak, mata berhenti melihat, telinga berhenti mendengar, maka hanya ada nafas di tubuh kita. Dan dengan keselarasannya nafas dengan ritme keheningan, maka akan hanya ada titik nol. Apakah di titik itu kesadaran hilang? Tidak justru kita berkonsentrasi, awas, sadar akan kondisi ini dan bisa tetap di kondisi ini.

Rasa adalah bahasa Tuhan, dan bahasa itu sangat halus atau subtle (Silakan baca: "The Mystery of Subtleties") . Titik nol yang saya sebut di atas adalah posisi hati anda. Hati adalah indera untuk menangkap sinyal-sinyal rasa itu. Meditasi melatih kita untuk menguatkan hati untuk selalu me-rasa-kan pesan-pesan Tuhan dan pesan-pesan alam. Meditasi juga tidak selalu harus berdiam diri, Mindfulness juga adalah meditasi. Selalu aware dan selalu awas setiap saat. 
Sadarlah, bahwa hubunganmu dengan Tuhan adalah yang terpenting.

Ke-delapan langkah di atas adalah cara untuk hidup baik, bahagia, sejahtera, namun tanpa kemelekatan. Inilah jawaban dari pertanyaan di awal tulisan ini. Dan ini pula adalah jawaban yang logis mengenai penyatuan ibadah dan kerja. Tidak ada kerja yang bukan ibadah, dan tidak ada ibadah yang bukan kerja.

Tuhan adalah Satu, maka semua yang kita lakukan haruslah melebur dalam Ke-Satu-an. Karena hanya yang Satu itulah yang nyata.

Dualisme adalah ilusi. Selama kita masih membedakan setiap tindakan kita dalam dua kutub yang berseberangan, maka kita membiarkan diri kita hidup di dalam ilusi dan menutup indera hati kita untuk menerima kebenaran yang hakiki.


Silakan dibaca tulisan saya sebelumnya, "A Journey Home".


=====================

Lalu, apakah saya bisa menawarkan bukti bahwa apa yang saya tuliskan di atas benar adanya? Saya tidak bisa menawarkan hasil kepada anda. Saya hanya membagi pengetahuan. Anda yang harus menjalaninya sendiri dan anda yang harus mengalami sendiri rasanya. Suatu rasa yang tidak pernah anda dapati sebelumnya. Suatu ranah mistis yang memabukkan. Intoxicated by the divine Love. Cinta-Kasih Tuhan adalah satu-satunya bentuk nyata kenikmatan dunia yang bukan berupa kemelekatan.


"Tau-lah!"
Tau itu adalah jalan ke sebentuk wisdom tertinggi. Manusia berencana, melakukan dan menentukan bersama Tuhan, mendaki puncak kearifan yang tinggi.



=====================

Tambahan:
Dikutip dari Human Earth group, 15 September 2015 
Jika ksesadaran kita dapat mempengaruhi alam di sekitar tubuh, maka apa yang kita pikirkan langsung berpengaruh pada alam. Lebih tepatnya apa yang kita "rasa"-kan akan langsung berpengaruh ke alam semesta sekitar kita. 
Semakin tinggi tingkat kesadaran, semakin luas pengaruh rasa itu ke seluruh alam semesta. Seperti menaiki tangga. semakin tinggi tangga yang kita naiki, semakin banyak yang bisa dilihat.

"Human is agent of creation" - Llwellyn Vaughan-Lee (Sufi master).
Manusia dan Tuhan adalah SATU. Maka manusia juga memiliki sifat2 Tuhan. Salah satunya adalah Penciptaan. Manusia adalah agen penciptaan. Manusia dapat mencipta. Cara kerjanya adalah manusia dapat secara fisik dan non-fisik mempengaruhi kondisi alam sekitar. Ini bukan teori belaka. Ini sudah terjadi sejak dulu. Dan kita bisa memanfaatkannya.

Ada satu kondisi yang menarik.
Pertanyaan: Apakah sesuatu itu ada dulu sebelum diketahui keberadaannya, atau apakah sesuatu itu diketahui dulu maka sesuatu itu jadi ada?
Mengertikah pertanyaan di atas?

Saya ganti pertanyaannya dengan analogi simple;
Apakah kau mampu kemudian bisa, ataukah kau bisa dulu kemudian mampu?

Saya ganti lagi pertanyaannya lebih simple:
Apakah kau belajar gitar dulu baru bisa main gitar, ataukah kau bisa main gitar dulu maka kau belajar main gitar?

Ingat, manusia adalah "Agent of Creation". Jadi kau bisa menciptakan sesuatu supaya sesuatu itu ADA. Kemudian dari ADA itu maka kau bisa melakukan sesuatu terhadapnya.

Jadi, ciptakanlah sesuatu itu terlebih dulu. maka kau tau sesuatu itu ada. Bukan sebaliknya. Inilah kebenaran yang hakiki.

Deklarasi terhadap kebenaran yang hakiki membawa reaksi langsung terhadap alam sekitar. Alam semesta bereaksi langsung. yang tidak terlihat menjadi terlihat. yang tertutup menjadi terbuka. Pengetahuan itu datang setelah diciptakan. Dan kebenaran Hakiki tidak bersifat demokratis. Silakan buktikan kebenarannya, maka kalian akan paham sepaham-pahamnya, dari hati.

Declare: "Saya bisa main gitar". Hasil: Kau akan belajar dan bisa main gitar.

Declare: "I am rich". Hasil; "You will do things that will make you rich.
Declare: "I am happy". Hasil: You are happy and will always be happy.
Declare: "I hope I am rich". Hasil: Nothing

Declare: "I wish I can play guitar". Hasil: You will never play guitar.

Declare: "I wish to be happy.". 
Hasil: You will never be happy.


=====================
ER

6 komentar:

siti Hanafiah mengatakan...

Saya tau betapa sulitnya om eri untuk bisa menuliskan semua ini. sebuah peristiwa spiritual (yang hanya masing-masing individu yg mengalaminya) tetapi om mampu menjabarkannya dengan bahasa yang mudah dicerna.

Tetapi pada akhirnya sebanyak apapun penjelasan yang om eri berikan tetap hanya menjadi sebuah pemahaman belaka jika bukan kita sendiri yang melakukannya dan merasakannya. Pada hakikatnya tulisan-tulisan om hanya menjadi penghantar/jembatan untuk kita/kami dalam menemukan sang Aku sejati.

saya sendiri membahsakannya "bisa jadi hari ini kita mengerti akan sesuatu, tetapi esok lusa baru memahami hakikat yang sesungguhnya". Tetapi yang terpenting adalah jangan berhenti mencari.

"What you seek is seeking you".

saya sudah merasakannya sendiri. pertanyaan-pertanyaan dibenak saya sejak bertahun-tahun lalu pelan-pelan mulai terjawab. Dan membuat saya semakin yakin bahwa we're one. Perlahan-lahan dinding-dinding pemisah (hijab) yang menghalangi luluh dengan sendirinya.

salam sejahtera.

Diandra Amelie DA mengatakan...

Membacanya dengan hati dan dropping my mind, membuat airmata tak terasa menetes. Thank you Eri... You've compiled everything I want to know in my own journey. Namaste.

Erianto Rachman mengatakan...

@Siti Hanafiah:

Alhamdulillah!
Bersyukurlah selalu... Dan teruslah bertanya. Karena pengetahuan hanya akan datang kepada yang bertanya.

Erianto Rachman mengatakan...

@Diandra Amelie DA:

Namaste.

kzamanh mengatakan...

Terima kasih tuan,
Sebuah tulisan yang sangat memberi makna....

Erianto Rachman mengatakan...

@kzamanh:
Terima Kasih. Semoga bermanfaat.