Tuesday, June 17, 2008
Scientology is a Way
"Scientology is a way, not a religion."
Suatu hari saya menyempatkan diri untuk membuka diri untuk sebuah "agama" baru di dunia ini, yaitu "Scientology". Apakah Scientology itu? Mengapa Scientology banyak pengikutnya?
Hasil observasi singkat saya, Scientology bukan sebuah agama. Scientology adalah sebuah cara untuk lebih baik di semua bidang. Terus terang this is a very good way for human to respect each other, the nature, the earth, and the universe. Scientology adalah baik.
Sangat disayangkan bila Scientology dikatakan sebuah agama, ini membuat orang yang beragama selain Christianity, enggan mempelajarinya. Saya seorang muslim, menemukan bahwa Scientology is another good way. I still can be Muslim but I can also at the same time understand the way of Scientology.
Sedikit mengenai arti kata Scientology. I believe this is the first time men ever openly declared to put religion into practice using more than just prayer. It offers you logical ways to pray, to better yourself, to act to improve your life and life of others. It offers you tools and methods to make things better. It puts meaning on your every action. It combines both physical and spiritual forces to achive its goals. Scientology uses logic and science for you to come closer to your God.
Agama yang saya anut saya yakini datang langsung dari Tuhan. Melalui kitab suci-Nya, kita tau apa yang harus kita lakukan di dalam agama ini. Nabi diutus untuk membimbing kita ke jalan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya apa yang telah di tentukan sudahlah lengkap. Lalu mengapa kita masih perlu cara lagi?
Sebenarnyapun ini bukan cara baru. Scientology is the interpretation of a religion. Sesungguhnya tidak ada yang baru di dalam Scientology. Scientology merupakan sebuah terjemahan dari agama yang sudah ada, dan melaksanakannya. How to put religion into practice.
Scientology adalah sebuah 'bentuk-jadi' atau hasil dari proses belajar manusia selama ini. Seperti memang kita diperintahkan oleh-Nya untuk "Bacalah" atau Belajarlah!.
So you must understand the way to put your religion into good actions. Either you learn from your experience, or learn from others.
Saat kau mengatakan "Saya beragam Islam", tetapi saat kau melihat orang kesusahan dan minta tolong, kau tidak tergerak untuk membantu. Atau kau melihat sampah terserak di depan rumahmu, kau tidak tergerak untuk membersihkannya. Atau kau tidak tergerak untuk memilih membeli teknologi ramah lingkungan padahal kau mampu. Apakah ini ajaran Islam? Tidak. Tapi kau tidak mempraktikkan Islam dengan benar. Apakah menjaga kebersihan lingkungan termasuk ajaran Islam? Ya. Apakah kau wajib menjaga alam ini? Ya!
Apakah turut serta mendukung program anti-global warming termasuk ajaran Islam? Ya!
Darimana kau tau? Kalau kau tidak tau berarti kau tidak pernah "belajar".
This is Islam. If you know it right.
It is up to you.
Are you really and truly a human for this earth? prove it!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

6 comments:
wah...blog loe makin seru aja Ri. Gue mulai kasih komen pertama gue dari artikel yg ini, ya.
Cara pandang, pemikiran dan 'a way (sulit cari kata yg tepat) agama yg lebih cerah dan maju yg menganggap umat manusia telah mampu befikir lebih maju thd alam semesta dan mahluk lainnya...telah jadi renungan gue sejak lama.
Ketika umat masih 'baru lahir' untuk mengertian alam semesta, maka bimbingan dari Sang Maha Pencipta alam melalui utusanNya dan kitabNya adalah mutlak untuk menjaga terhindar dari kekacauan peradaban (chaos).
Selanjutya secara bertahap karena proses belajar terus-menerus selama beberapa abad, umat manusia mulai menguak satu demi satu misteri alam semesta ini (macro maupun micro). Yg semula umat manusia menganggap alam semesta ini sebagai sesuatu yg sakral (krn diluar jangkauan akal, ingat kasus Galileo)kemudian menjadi sesuatu yg logis dan ilmiah.
Seharusnya pada tahap manusia mulai mengertian alam semesta dng lebih maju, 'a way' dari suatu agama dan isi kitabNya tidak lagi diartikan secara harfiah dan formal. Tetapi pada esensinya.
Sayangnya, pemuka agama besar dan formal saat ini masih gamang akan pemikiran yg progress dan mendobrak cara berfikir lama. Malah tetap mempertahankan status-quo ke'sakral'an dalam menjalankan agama dng menganggap manusia masih buta sama sekali ttg alam semesta, yg perlu dibimbing secara ketat.
Yap, seharusnya agama bukan sekedar ibadah yg sakral.
Sesuatu yg salah-benar, baik-buruk, dosa-pahala surga-neraka dll tidak bisa lagi diformalkan melalui arti harfiah dari kitab-kitab lama, namun akan menjadi sesuatu yg relatif bila menempatkan manusia di alam semesta ini dng lebih baik.
[maaf kalo ada kata2 yg ngga cocok, soalnya belum dibaca ulang]
Thanks Iful!
Betul. Scientology is a way, dan cocok dengan kondisi peradaban sekarang.
berarti kurang lebih sama dengan Taoism? setau saya Taoism dan varian2 nya itu juga mengklaim sebagai "way", karena tanpa nabi, tanpa pewahyuan..
just a practice.
kalo boleh saya saran, tambahkan juga donk contoh2 implementasi dan practice2 scientology..
wow thx ya..ur info a bit helping me to understand wat its the Scientologists its really are.. well my first thought might be wrong .. Scientologists itu buakn agama tetapi praktikal ya..THX n salam ramadhan HUG!
Scientology = Tao ?
Ya, mungkin mirip Taoism.
Post a Comment