Thursday, August 20, 2015

Sweetness of the Heart





Telapak tangannya berada di dada, menyentuh hati, seraya ia pejamkan mata, di dalam keheningan dan kesunyian malam. Tarikan dan hembusan nafasnya membebaskan ketegangan di dalam diri, terurai sempurna dan menyatu dengan alam semesta. Tarikan dan hembusan nafasnya mematikan syaraf indera, ia pun duduk dalam keheningan total. Tarikan dan hembusan nafasnya berada dalam ketenangan. Ia tersenyum kepada hatinya, mengucapkan salam cinta kepada sang Aku. Tarikan dan hembusan nafasnya menuntunnya kepada kebahagiaan di dalam kalbu.

Cahaya Tuhan yang terang benderang turun dari atas ke dalam diri, menyentuh dan meliput setiap sel di dalam tubuh. Di dalam keheningan total ia terhujani cahaya cinta dan kasih Tuhan. Ia tersenyum penuh bahagia. Ia diliputi rasa rindu yang teramat sangat kepada sang Aku, Kepada Tuhan, karena ia tau bahwa hubungannya dengan Tuhan adalah yang terpenting.

Kelebatan bayangan masa lalu terhampar di benaknya. Wajah-wajah yang dikenalnya, yang pernah menyakitinya, yang pernah mengkhianatinya, yang pernah memperlakukannya dengan hina. Ia berkata, "Ya Tuhan, aku maafkan semua orang yang pernah menyakiti, berkhianat, dan menghinakan aku, karena hubunganku dengan-Mu adalah yang terpenting." Tarikan dan hembusan nafasnya melepaskan semua yang terpendam. Bebas, lepas. Hatinya seringan bulu. 

Kelebatan bayangan masa lalu terhampar di benaknya. Ia teringat jelas wajah-wajah orang-orang yang pernah ia sakiti, ia khianati dan yang pernah ia perlakukan dengan hina. Kemudian ia berkata, "Ya Tuhan, aku meminta ampunan-Mu atas segala hal buruk yang pernah aku lakukan kepada orang lain, yang pernah aku sakiti, yang aku khianati, dan yang aku hinakan, karena hubunganku dengan-Mu adalah yang terpenting." Tarikan dan hembusan nafasnya melepaskan semua beban di dalam diri. Bebas, lepas. Hatinya seringan bulu.

Cahaya Illahi semakin terang... ia bergelimang cahaya suci bersih di dalam dan sekujur tubuh. Ia menyadari dengan seutuhnya bahwa tidak ada yang lebih penting di dalam hidupnya selain hubungannya dengan Tuhan. Malam ini ia melepaskan semua beban, semua kepenatan pikiran, kegelisahan, kegundahan, melerai semuanya kepada alam semesta. Damai di hati, damai dengan alam dan damai sesama makhluk. Semuanya berbahagia. Ia selaras dengan alam. Ialah alam, Ialah Tuhan, dan ialah Aku. Keduanya melebur menjadi Satu. Malam itu hanya ada Satu. Dia dan Tuhan, dalam kesatuan.

Sang anak kini menyadari yang hakiki, bahwa tidak ada perantara antara dia dan Tuhan. Hubungan antara Dia dan Tuhan adalah hubungan yang langsung, tanpa tabir, tanpa tirai, tanpa apapun. Ia pun menyadari bahwa tidak ada kejadian di alam ini yang bersifat kebetulan. Ia hidup di dua dunia. Dunia yang pernah dikenalnya dulu sudah berubah dengan pandangannya yang murni, tanpa tabir. Dunia ini yang selalu bergerak, bergetar, dan memiliki kutub, adalah sebuah petunjuk yang sesungguhnya menandakan keberadaan Tuhan yang singular. Yang diam sempurna, yang berada di tengah, di titik nol. Karena di sanalah ia bersatu bersama-Nya. Tak terpisahkan.

Hatinya telah bertransformasi, seperti kupu-kupu yang mengalami metamorfosis, ia terlahir kembali dari hibernasi panjang. Ia memandang alam dengan makna yang hakiki. Semuanya adalah Tuhan. Ada Tuhan dimanapun ia memandang. Tidak ada satupun kekhawatiran, Ia sekarang bebas dari kemelekatan duniawi. Ia telah menjadi kupu-kupu yang tidak lagi harus berpijak. Ia mampu terbang tinggi dan melihat alam dari pandangan yang lebih luas. Pandangan kebenaran hakiki.

Betapa dekatnya Tuhan dengan manusia. Namun sebagian besar orang tidak menyadarinya. Bahkan sangat dekat hingga tidak ada jarak apapun di antara manusia dan Tuhan. Kau akan menyadari bahwa kau dan Dia tak terpisahkan. Kau melakukan segala sesuatu bersama Tuhan. Kau berencana, melakukan, dan menentukan segala sesuatu bersama Tuhan. Kau hidup karena Tuhan dan Tuhan ada bersamamu. Kau adalah proyeksi Tuhan. Kau memiliki semua sifat-sifatNya. Ketika kau sadari itu maka semuanya akan jelas apa yang harus kau lakukan. Kau dan Dia adalah Satu.

Sang anak kini mengerti apa perannya di dunia. Ia menjadikan segala tindakannya penuh cahaya Illahi. Ia memiliki kesadaran yang lebih luas, kesadaran Tuhan. Egonya telah sirna. Tidak ada yang ia lakukan tanpa melandaskannya pada kepentingan sesama manusia. Ia menempati posisi yang penting di alam ini, sama seperti semua manusia dan semua makhluk di alam. Tidak ada satupun tindakannya yang dilakukan untuk dirinya sendiri. Ia tempatkan kebaikan orang lain di atas segalanya. Transformasi hati telah merubah dirinya secara total. Ia adalah sebutir biji di tanah di sebuah hutan yang kemudian tumbuh menjadi pohon besar dan menjadi hutan itu sendiri, dan menjadi pelindung keseluruhan hutan. Eksistensinya adalah untuk sesama.

Ia telah melakukan pengembaraan panjang dan jauh, yang berakhir di dalam hati. Ia telah bertemu sang Mara dan menaklukkannya. Ia temukan nirvana. Ia menangis saat tertawa, dan tertawa saat menangis. Ia bersama Tuhan setiap tarikan dan hembusan nafas. Ia tersenyum pada alam. Ia rasakan seyuman alam kepadanya. Ia mensyukuri setiap belaian lembut angin yang bertiup, ia syukuri nyayian burung di pagi hari. Ia syukuri cahaya matahari di siang hari dan cahaya bulan di malam hari. Tidak ada keingingan, hanya rasa syukur yang tak berhingga. Tak terkatakan. Hidupnya adalah dentingan melodi indah dari Sang Musisi. Hidupnya adalah torehan puisi dari Sang Penyair. Hidup adalah karya seni yang Maha Indah. Tidak ada penghargaan yang lebih tinggi selain rasa syukur

Setiap tindakannya adalah doanya. Setiap doa adalah tindakannya. Kebahagiaan berkelimpahan yang dirasakannya saat bekerja adalah doanya untuk semesta alam. Lalu ia bersyukur yang sedalam-dalamnya kepada Tuhan. Rasa syukur itupun adalah doanya untuk semua makhluk. Tanpa meminta, tanpa ucapan, hanya rasa bahagia dan syukur tak berhingga.

Mengapa kau pisahkan ibadahmu dari pekerjaanmu jika kau percaya bahwa Tuhan itu satu? Mengapa kau pisahkan pekerjaanmu dari ibadahmu jika kau percaya Tuhan itu satu? Mengapa kau pandang orang lain berbeda darimu jika Tuhan itu satu? Mengapa harus ada pembeda di antara sesama manusia jika kau percaya Tuhan itu satu? Mengapa harus ada banyak agama jika kau percaya Tuhan itu satu?

Perjalanan spiritual bersifat personal, pengalaman orang yang satu berbeda dengan pengalaman yang lainnya. Pengalaman terbukanya pintu hati berbeda bagi setiap individu. Namun kalbu hati semua manusia sama esensinya. Bagai buah yang dikupas kulitnya untuk mendapatkan rasa manis di balik kulit itu. Betapapun pahitnya kulit yang membungkus, ada rasa manis yang menyejukkan di balik itu. Betapapun cantik warna kulitnya, selalu rasa manis buah di baliknya itulah yang ingin dicapai. Betapapun buruk atau indah bentuk kulitnya, selalu rasa manis buah di baliknya itulah yang terpenting.

Masalah yang dihadapi di dalam hidup telah dilaluinya. Satu per satu masalah dapat diselesaikan dengan penuh kesabaran. Sabar adalah pelatihan diri, proses pengupasan kulit buah. Perlahan, helai demi helai, setapak demi setapak. Ia adalah sang pengembara yang sempat merasa kehilangan semua yang pernah dicapainya di dunia. Ia telah menaklukan mara-nya. Sekarang ia hidup di antara dua dunia dengan keseimbangan, ketenangan, ketulusan, kepasrahan, dan kebahagiaan. Dan sekarang ia hidup penuh kedamaian bersama seluruh alam semesta. Bersama Tuhan.

Sebanyak apapun ikan yang ia tangkap di dalam kolam di pinggir sungai, ia sadari semua itu bukan miliknya. Melainkan bagian dari alam semesta, maka ia membiarkan ikan-ikan itu lepas kembali ke sungai. Ia biarkan ikan-ikan yang memilih tinggal di kolamnya. Ia syukuri apa yang ia dapatkan selama hidup tanpa adanya kemelekatan. Ia telah merasakan manisnya hati. Ia pancarkan kembali ke seluruh alam, cahaya cinta dan kasih Tuhan.

"The wound is the place where the Light enters you." 
Luka adalah tempat dimana Cahaya itu memasukimu. 

"Lovers don't finally meet somewhere. They're in each other all along." 
Sepasang kekasih bukanlah bertemu di suatu tempat. Namun mereka selamanya telah berada di dalam dirinya masing-masing. 

"When you do things from your soul, you feel a river moving in you, a joy." 
Ketika kau melakukan segala sesuatu dari jiwamu, kau merasakan sungai mengalir dalam dirimu. Sebuah kebahagiaan. 

"Don’t grieve. Anything you lose comes round in another form." 
Janganlah bersedih, apapun yang telah hilang akan kembali dalam wujud lain. 

"Let yourself be silently drawn by the stronger pull of what you really love." 
Biarkan dirimu diam-diam tenggelam oleh tarikan kuat dari apa yang sunguh-sungguh kau cintai. 

Why do you stay in prison when the door is so wide open?  
Mengapa kau berdiam di penjara yang pintunya terbuka lebar? 

"Out beyond ideas of wrongdoing and rightdoing there is a field. I'll meet you there."
Di antara ketidakbenaran dan kebenaran, terdapat sebuah tempat, Aku akan menemuimu di sana.  

"This is love: to fly toward a secret sky, to cause a hundred veils to fall each moment. First to let go of life. Finally, to take a step without feet."   
Ini adalah cinta: Untuk terbang ke arah langit yang tersembunyi, yang menyibakkan ratusan cadar setiap saat. Pertama, lepaskanlah hidup ini. Akhirnya untuk mengambil langkah tanpa kaki.

"What you seek is seeking you."    
Yang kau cari juga mencarimu.

~~ Rumi ~~

==========
ER