Friday, December 25, 2015

A Morning Dew


















"I dream of you, therefore I am you."


Aku bermimpi akan sebuah alam,
Dari mimpiku itu terpancar sebentuk cahaya.
Cahaya itu bersinar bagaikan permata, semakin kuat pancarannya, membentuk ruang dan waktu.
Cahaya berpasangan, memantul dari satu arah ke arah yang lain.
Hidup dan berkata, "Kami adalah dirimu, maka jadilah kami yang ada karenamu."

Kemudian aku serukan suara pertama di ruang hati itu, OM...
Getarannya abadi, berbagi ruang dan bergetar berbagai frekuensi.
Keabadiannya menggerakkan segala yang ada di ruang itu.
Hidup dan berkata, "Kami adalah dirimu, maka jadilah kami yang ada kerenamu."

Aku adalah Satu, dan aku bermimpi akan sebuah alam, maka jadilah alam itu.
Kemudian aku bermimpi akan saksi, maka jadilah saksi itu di dalamnya. Kamu.
Hidup dan berkata, "Aku adalah kamu, dan aku adalah saksimu. Maka aku dan kamu akan selalu bersama."

Aku adalah cermin darimu dan kamu adalah cerminan dariku. Ketika aku melihatmu, akupun melihat diriku sendiri. Kamu adalah saksi dari mimpiku. Tanpamu maka aku pun tidak akan bermimpi.

Aku ada di setiap ruang, aku ada di setiap waktu.
Dari tepi ruang ke tepi ruang, dari awal ke akhir waktu.
Aku bergetar di setiap obyek.
Dari obyek terkecil hingga yang terbesar.

Aku adalah mimpiku. Dan mimpiku adalah aku.
Maka aku adalah kamu. Kamu adalah aku.
Tidak ada apapun selain aku dan kamu
Tidak ada yang lainnya selain aku.

Tidak ada pengetahuan yang disembunyikan antara aku dan kamu, karena aku dan kamu adalah aku juga.
Tidak ada yang aku ketahui namun kau tidak mengetahuinya.
Tidak pula ada pengetahuan yang kau ketahui namun aku tidak mengetahuinya.
Bila kamu adalah rahasia terbesarku, maka aku pun rahasia terbesarmu.
Pengetahuanku adalah pengetahuanmu.
Seluruh alam ini ada karenamu.

Tidak ada yang menghalangimu dari mengingatku selalu. Dan aku selalu mengingatmu.
Aku di sini bersamamu dan kau di sini bersamaku. Selalu, selamanya. Tak terpisahkan.

Kamu dan aku berbicara dalam bahasa hati. 
Aku selalu menemanimu dan berbicara padamu.
Aku selalu mendengarkan hatimu.

Kau mencari aku, akupun mencarimu. Di suatu tempat kita bertemu. Di tempat terdamai di mimpiku, yaitu di hatimu. Di hatimu kau temukan cahayaku. Masuk ke dalam rumahku yang penuh kedamaian dan kebahagiaan.
Kau merasakan aku sebagai cinta abadi.
Kau adalah kekasihku. Dan aku adalah kekasihmu.

Inilah kebenaranku.


~~~~~~~~~~~~~~~


Tuhan adalah cahaya awal. Cahaya adalah konstruksi, sehingga terbentuklah ruang dan waktu serta dualisme sifat dari setiap yang eksis di dalamnya.
Tuhan menggetarkan semua materi dan energi. Semua yang eksis di alam ini tanpa kecuali senantiasa bergetar dan bergerak. Tidak ada satupun yang diam sempurna.

Alam ini adalah mimpi-Nya. Maka semua yang eksis di alam ini adalah satu padaNya.
Tidak ada Tuhan selain Tuhan. Tidak ada apapun selain Tuhan.

Inilah pengetahuan mengenai Ke-Esa-an Tuhan. 
Kesadaran tertinggi yang dapat dicapai seorang manusia adalah kasadaran mengenai Ke-Esa-an Tuhan.

Tujuan pamungkas eksistensi manusia juga adalah bersatu kembali dengan Tuhan.
Apakah penyatuan itu terjadi jika manusia sudah mati?
Bila ya, maka bisakah manusia mati sebelum mati?

Bila seseorang menyadari akan ke-Esa-an Tuhan ini secara hakiki, maka apakah masih ada keraguan pada orang tersebut mengenai apapun?
Keraguan ada karena dualisme sifat dari setiap obyek, apapun itu bentuknya. Baik yang materi maupun bukan materi. Maka jika kau sadar bahwa kau dan Tuhan adalah satu, maka keraguan itu akan hilang. Tidak ada lagi keraguan sedikitpun di dirimu mengenai apapun.

Sebagian orang menyusun rencana untuk mengantisipasi semua kemungkinan. Ia berencana untuk mengantisipasi kemungkinan kegagalan atas rencananya sendiri. Ia merencanakan kegagalannya sendiri.
Jika ia menyadari betul akan Ke-Esa-an Tuhan maka ia akan menyusun rencana untuk satu tujuan, dan tujuan itu adalah kebahagiaan, tanpa keraguan sedikitpun. Jika ia menyadarinya, maka ia akan merencanakan segala sesuatu, melakukannya, dan menentukannya bersama Tuhan.

Kau dan Tuhan adalah Satu, maka setiap saat kau selalu besamaNya. Pikiranmu terpecah oleh kesibukan dunia sehingga kau lupa bahwa Tuhan selalu ada padamu. Bagaimana kau bisa melupakannya? Bukankah kau secara alamiah akan selalu mengingat Tuhan di setiap momen pada waktu? Setiap saat, setiap tarikan dan hembusan nafas?
Perlukah kau menjadwalkan waktumu untuk Tuhan?

Ruang dan waktu tidak relevan. Kau dan Dia ada di sini sekarang. Di manapun, kapanpun.


~~~~~~~~~~~~~~~


Manusia adalah kekasih Tuhan. Sejauh apa kau sebagai kekasih Tuhan adalah kesaksianmu atas Ke-Esa-an Tuhan, dan tidak ada Tuhan selain Tuhan.
Sebagian orang mengaku dan bersaksi bahwa Tuhan itu satu.
Tetapi kesaksian mereka tidak utuh, karena kesaksian dan perbuatan mereka bertolak belakang.

Kau pisahkan Tuhan dari dirimu. Kau hanya ingin mengingat Tuhan yang memiliki wujud dan mengharuskanNya menempati suatu tempat, dimanapun itu. Padahal kau telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan, bahwa Tuhan tidak memerlukan ruang dan waktu untuk ada.

Kau pisahkan Tuhan dari dirimu. Kau hanya mengingatNya di waktu-waktu tertentu. Padahal kau telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan, dan Tuhan ada di mana-mana.

Kau pisahkan Tuhan dari dirimu sehingga kau tidak melibatkan Dia di setiap pikiran dan perbuatanmu. Padahal kau telah bersaksi bahwa kau dan Tuhan adalah satu.

Jika kau meyakini dan bersaksi dengan utuh bahwa Tuhan itu Satu tanpa keraguan sedikitpun, maka semua perilakumu pula akan berlandaskan keyakinan itu tanpa ada keraguan sedikitpun.

Masa lalu dan masa depan tidaklah relevan. Yang ada hanyalah sekarang.
Bagaimana kau sempat membuat rencana jika kau hanya memiliki sekarang?
Maka sekarang adalah hasil. Dan kau menginginkan hasil itu sebagai kebahagiaan.
Kebahagiaan adalah esensi dari apa yang ingin kau capai.
Maka, sekarang, berbahagialah.
Dan apa yang kau rasakan di dalam hati, adalah kehendakNya juga.
Maka, tidaklah ada keraguan sedikitpun di dirimu.


~~~~~~~~~~~~~~~


Sebagian besar orang berpikir secara linear, dan mereka memaksa Tuhan untuk turun serendah mereka dan membelengguNya dalam derajat mereka.
Mereka lupa bahwa Tuhan tidak terbelenggu oleh ciptaanNya sendiri, terutama ruang dan waktu. Maka kedekatanmu dengan Tuhan adalah bagaimana kau berusaha memperbaiki tingkat kesadaranmu setinggi-tingginya ke tingkat kesadaran Tuhan.

Jika kau sudah mengerti akan hal ini, maka setiap pikiranmu, perkataanmu, perbuatanmu akan terefleksi oleh kesadaran Tuhan.

Kau melihat atau membaca sesuatu yang bagimu pada awalnya adalah sebentuk informasi. Lalu kau menganalisa informasi itu, melakukan hipotesa, mengujinya, dan mengambil kesimpulan darinya. Jadilah informasi tersebut sebagai pengetahuan (knowledge). 

Pengetahuan tersimpan di dalam otak. Pengetahuan hanya akan menjadi pengetahuan yang tersimpan di kepalamu dan kau memanfaatkannya untuk mencari penghidupan dunia. Maka apa yang kau cari dan kau dapatkan adalah kehidupan duniawi. Di sini kau melupakan Tuhan. Sedangkan kau telah bersaksi bahwa Tuhan itu Satu dan tidak ada Tuhan selain Tuhan.

Jika pengetahuan itu kau transformasikan ke dalam hati. Yaitu melibatkan Tuhan di sana, maka pengetahuan itu akan menjadi wisdom. Suatu bentuk kearifan dimana seluruh aspek alamiah melandasinya - materi dan spiritual. Karena Tuhan adalah Satu. Dan kau lakukan ini tanpa keraguan sedikitpun.
Lalu, apa yang terjadi jika kau terapkan wisdom di kehidupanmu?

Kau memancarkan cahaya Tuhan di setiap pikiran, setiap perkataan, setiap perbuatanmu. Cahaya ini menggetarkan setiap elemen di alam. Alam bereaksi terhadapnya dengan membangun konstruksi alamiah di setiap momen di dalam kehidupanmu. Kau adalah persepsimu. Alam ini semuanya adalah persepsimu. Maka kau membangun sebuah konstruksi persepsimu dengan cahaya dan getaran Tuhan.
Kau adalah pencipta. BersamaNya.


~~~~~~~~~~~~~~~


Setiap pagi adalah sebuah hari yang indah.
Tuhan menyambutmu, dan kau menyambutNya dengan senyumanmu.
Senyuman rasa cintamu padaNya.

Kau buka matamu dan kau lihat dirimu pada orang lain. Ada dirimu di setiap makhluk. Ada Tuhan di setiap makhluk. Kau senyum pada mereka, dan kau tersenyum kepada Tuhan di dalam diri mereka.

Di sini, di rumah ini, tidak ada perbedaan.
Kesadaranmu telah membuka hatimu dan merasakan Tuhan apa adanya.
Sebagaimana Dia telah memimpikanmu.
Sebagaimana Dia menjadikanmu kekasihNya.

Dia adalah dirimu dan kau adalah Dia.
Kau rasakan belaian cintaNya melalui tiupan angin di pagi hari yang menyentuh pipimu.
Kau rasakan indah senandungnya melalui kicauan burung di pagi hari.
Kau rasakan Dia di manapun kau berada.
Tidak ada apapun yang bukan Dia.
Walau hanya setetes embun pagi.


~~~~~~~~~~~~~~~

“I will be waiting here.... For your silence to break, For your soul to shake, For your love to wake!”
Aku akan menunggumu di sini... Ketika keheninganmu terpecah, ketika jiwamu bergetar, ketika cintamu tergugah. 

~~~~~ 
“Gamble everything for love, if you are a true human being. If not, leave this gathering. Half-heartedness doesn’t reach into majesty.”
Bertaruhlah segalanya untuk cinta, jika kau manusia sesungguhnya. Jika Tidak, tinggalkan perkumpulan ini. Hati yang setengah-setengah tidak akan mencapai keagungan.

~~~~~  
"The only real customer is God."
Pelanggan yang sesungguhnya adalah Tuhan. 

~~~~~  
"Fish don’t hold the sacred liquid in cups! They swim the huge fluid freedom.”
Ikan tidak menyimpan cairan suci di dalam mangkuk! Mereka berenang di dalamnya - cairan besar kebebasan.

~~~~~   
“Soul, if you want to learn secrets,
 your heart must forget about shame
 and dignity. You are God's lover,
 yet you worry what people are saying.”
Jiwa, jika kau ingin mempelajari rahasia-rahasia, hatimu harus melupakan kehinaan dan kehormatan. Kau adalah kekasih Tuhan, tetapi kau masih khawatir akan apa yang dikatakan orang lain.

~~~~~  
“My sweet heart, you have aroused my passion, your touch has filled me with desire, I am no longer separate from you, these are precious moments, I beseech you, don’t let me wait,”
Hatiku yang cantik, kau telah membangkitkan gairahku, sentuhanmu telah memenuhi hasratku, Aku tidak lagi terpisahkan darimu, ini adalah momen-momen berharga, Aku memohon padamu, jangan membuatku menunggu.


~~ Rumi ~~



===================
ER